Pernikahan Memicu Stres Dua Kali Lipat Ketimbang Mengurus Anak

Kompas.com - 17/09/2019, 07:03 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Ketika datang masanya untuk membesarkan anak, tentu tak selalu seindah bayangan. Mulai dari mengandung selama sembilan bulan, menghadapi proses persalinan yang melelahkan, dan harus mengurus anak hingga mereka dewasa.

Banyak perempuan merasa, masa-masa mengurus anak adalah masa yang paling memicu stres.

Tapi, tahukah kamu, sebenarnya ada hal lain yang membuat wanita lebih stres?

Sebuah studi baru mengungkap, bahwa pernikahan membuat wanita stres dua kali lipat lebih besar ketimbang mengurus dan membesarkan anak-anak.

Bagaimana mungkin?

Studi ini dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Padova.

Baca juga: Mengapa Cincin Pernikahan Disematkan di Jari Manis?

Hasilnya menemukan, bahwa 75 persen wanita yang terlibat melakukan sebagian besar pengasuhan dan tugas rumah tangga.

Satu dari lima wanita dalam penelitian ini mengatakan, bahwa penyebab utama stres mereka disebabkan oleh kurangnya dukungan dari suami mereka.

Studi ini juga menemukan, bahwa kesehatan pria memburuk secara drastis ketika istri mereka meninggal dunia.

Namun, di sisi lain, ketika seorang wanita kehilangan suaminya, dia justru menjadi lebih sehat, karena mereka bisa mengelola stres dengan lebih baik.

"Para janda terbukti mampu mengatasi stres lebih baik ketimbang duda, terkait stres yang berasal dari kehilangan pasangan," kata Dr Caterina Trevisan, dari Universitas Padova.

"Pasalnya wanita umumnya memiliki umur yang lebih panjang daripada pria, wanita yang menikah mungkin juga menderita akibat beban pengasuh, karena mereka tak hanya mengasuh anak, tapi juga mengabdikan diri untuk merawat suami mereka ," imbuhnya.

Baca juga: 9 Rahasia untuk Pernikahan Bahagia

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber her.ie
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X