10 Tanda Rumah Tak Sehat untuk Ditempati

Kompas.com - 17/09/2019, 12:00 WIB
Ilustrasi ruang tamu FreshomeIlustrasi ruang tamu

KOMPAS.com - Rumah yang bersih terawat bukan cuma membuat penghuninya nyaman, tapi juga sehat. Mungkin masih banyak dari kita yang mengabaikan kebiasaan-kebiasaan kecil di rumah yang ternyata bisa menimbulkan penyakit.

Kebiasaan seperti malas mengelap debu misalnya, lama kelamaan akan menumpuk dan bisa menimbulkan gejala pada penderita asma. Masih ada banyak kebiasaan buruk lainnya yang mengancam kesehatan penghuni rumah yang sering tidak disadari. Apa saja?

1. Terlalu lembap

Rumah yang lembap adalah hal normal. Biasanya kelembapan terbawa dari aktivitas seperti mandi, memasak, bahkan bernafas. Namun, jangan biarkan tingkat kelembapan terlalu tinggi.

Jamur suka dengan lingkungan lembap. Kelembapan berlebih di rumah, biasanya banyak pada pojok ruangan atau langit-langit, bisa menyuburkan pertumbuhan jamur.

Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat menyebutkan, jamur bisa menyebabkan masalah pernafasan, iritasi tenggorokan, batuk atau bersin, iritasi mata, bahkan kulit.

Baca juga: Punya Penyakit Kulit Eksim? Ini Cara Mudah Merawatnya di Rumah

2. Tidak membersihkan ventilasi

Meski tidak terlalu kelihatan, tapi saat membersihkan rumah jangan lewatkan bagian ventilasi.  Ventilasi membawa banyak sekali debu dari udara. Ketika kamu menyalakan pemanas atau pendingin ruangan, partikel debu tersebut akan tersebar ke dalam rumah.

Lepaskan penutup ventilasi dan membersihkannya atau memanggil profesional agar pembersihannya maksimal.

.SHUTTERSTOCK .

3. Kamar mandi minim ventilasi

Kamar mandi juga memerlukan ventilasi yang cukup. Kelembapan berlebih di kamar mandi tidak hanya bisa menyebabkan cat dinding cepat rusak, tetapi juga memicu pertumbuhan jamur.

Menurut Agensi Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat, jamur bisa tumbuh subur di dalam ruangan, merusak rumah dan mengganggu kesehatan.

Baca juga: 6 Desain Kamar Mandi MInimalis yang Mudah Dibersihkan

4. Menggunakan pembersih rumah yang salah

Produk pembersih akan menempel pada permukaan perabotan rumah dan bisa terhirup. Beberapa produk kimia seperti produk mandi, sabun cuci, pemutih, dan lainnya, ternyata juga meningkatkan risiko kerusakan saluran pernafasan dan paru-paru.

Kelompok Kerja Lingkungan menginvestugasi lebih dari 2.000 produk pembersih di pasar Amerika. Mereka menemukan ada banyak substansi yang bisa memicu masalah kesehatan serius, seperti asma, alergi, hingga kanker.

5. Tidak membersihkan debu dengan benar

Debu muncul setiap hari. Semakin sering kamu membiarkannya, semakin mudah kamu terkena partikel berbahayanya.

American College of Allergy, Asthma and Immunology menyarankan, gunakan kain basah untuk mengumpulkan debu alih-alih menggunakan kain kering. Kain kering hanya akan menyebarkan debunya dan memicu alergi. Lalu, pastikan mengelap debu dari arah atas ke bawah.

Baca juga: Waspada Bahaya Polutan Udara di Dalam Ruangan

Ilustrasi keran air.SHUTTERSTOCK Ilustrasi keran air.

6. Mengabaikan saluran air

Saluran air adalah area yang rentan lembap. Jika dibiarkan, area ini akan menjadi pintu masuk air berlebih ke dinding rumah, bawah tanah atau lantai. Jika saluran air tertutup, lakukan pembersihan secara berkala agar tidak ada kotoran yang menyumbat.

7. Kamar kotor

Selain lantai, bersihkan debu pada sela-sela yang tidak terlihat hingga benar-benar bersih. Misalnya, tarik tempat tidur menjauhi dinding dan kamu mungkin akan terkejut dengan kotornya area tersebut. Jangan lupa pula membersihkan tempat tidur secara rutin, setiap satu atau dua minggu.

8. Memakai sepatu di dalam rumah

Banyak orang masih berjalan-jalan di dalam rumah menggunakan sepatu. Para peneliti dari University of Arizona menemukan bahwa satu sepatu bisa mengandung hingga 400 ribu lebih bakteri, termasuk E.coli, bakteri penyebab masalah pencernaan.

Baca juga: Lebih Baik Mana: Berlari Memakai Sepatu atau Tanpa Alas Kaki?

9. Terlalu banyak barang

Terlalu banyak barang di rumah juga bisa menyebabkan debu-debu menempel dan sulit dibersihkan. Terlalu banyak barang juga berkontribusi terhadap kualitas udara yang buruk di dalam ruangan. Usahakan untuk mengurangi jumlah barang dalam ruangan, kecuali jika kamu merotasi dan membersihkannya secara berkala.

10. Membiarkan peliharaan tidur di kamar

Sebagian orang sangat mencintai hewan peliharannya dan seakan tidak bisa lepas dari mereka. Bahkan, orang-orang tersebut kerap membiarkan hewan peliharaannya masuk ke dalam kamar dan tidur di tempat tidur yang sama.

Jika kamu termasuk yang sering melakukannya, berhati-hatilah. Hewan peliharaan bisa membawa kotoran, kuman, bahkan serangga ke tempat tidur. Hewan peliharaan juga objek penangkap alergen. Artinya, membiarkan hewan peliharaan berkeliaran di kamar tidur membuat alergen tersebut juga rentan berada di dalamnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X