Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 19/09/2019, 15:27 WIB
Glori K. Wadrianto

Editor

Sumber Star2.com

KOMPAS.com - Adam Hergenreder baru sekitar dua tahun menggunakan vape.

Vape adalah jenis penghantar nikotin eletronik. Vape atau rokok elektrik ketika dihisap akan menghasilkan uap air, alih-alih asap seperti pada rokok konvensional.

Baca juga: Berkaca dari Rusaknya Paru-paru Adam, Vape THC atau Nikotin Sebabnya?

Saat pertama kali menggunakan vape di tahun 2017, usia Adam baru 16 tahun. Aroma mentol dan mangga adalah favoritnya.

Kini, Adam yang berasal dari Gurnee, Illinois, Amerika Serikat harus meringkuk di rumah sakit. Dia tak dapat bernapas tanpa bantuan aliran oksigen dari tabung.

Tim dokter yang menanganinya menyebut, berdasarkan hasil rontgen, pemuda 18 tahun ini  memiliki gambaran paru-paru seperti orang berusia 70 tahun.

Kondisi paru-paru tersebut kemungkinan besar tak akan bisa kembali seperti semula, dan vape-lah yang diduga menjadi penyebabnya.

Baca juga: Masih Gunakan Vape Setiap Hari? Kenali 4 Bahayanya...

Adam hanya salah satu dari 27 pasien dalam beberapa minggu terakhir di Illinois, yang menderita kondisi serupa, dan semuanya merupakan pengguna rokok elektrik.

Bulan lalu, salah satu dari pasien tersebut meninggal. Tak hanya itu, secara keseluruhan ada lebih dari 200 kasus serupa yang terjadi di 24 negara bagian di AS per akhir pekan lalu.

Data tesebut dilansir Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit Menular AS (CDC).

CDC membantu Departemen Kesehatan Masyarakat Illinois dalam menyelidiki kasus-kasus tersebut, bersama dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS (FDA).

Baca juga: Mengerikan, Hampir 100 Kasus Penyakit Paru-paru Misterius Berkaitan dengan Vape

Atas munculnya kasus ini, Dinas Layanan Kesehatan mengeluarkan peringatan agar warga berhenti menghisap vape.

Sejalan dengan itu, mereka menjalani proses penelitian untuk mengungkap penyebab pasti dari penyakit pernapasan akut tersebut.

Jenis dan kandungan dalam rokok elektrik yang dipakai para pasien pun akan diteliti lebih jauh.

Hal itu dilakukan untuk mengidentifikasi kandungan nikotin ataupun THC -senyawa psikoaktif utama dalam ganja yang memabukkan.

Adam mengaku membeli vape pertama kali di pasar swalayan, meskipun saat itu dia masih tergolong di bawah umur. 

Tahun 2018 lalu, Adam mengaku mulai membeli perangkat vape yang diisi THC, yang disebut dab stick, yang dijual di jalan.

Produk-produk inilah yang sering dimodifikasi dan dijual secara ilegal.

Baca juga: Vape Berbahaya untuk Remaja, Orangtua Harus Waspada

Menanggapi temuan ini, industri vape lalu berkilah, peralatan buatan sendiri dan ilegal adalah pemicu gangguan kesehatan seperti yang marak terjadi saat ini.

Kendati demikian, para ahli kesehatan belum dapat mengonfirmasi klaim tersebut lebih dalam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Star2.com
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com