Kompas.com - 20/09/2019, 21:00 WIB
. SHUTTERSTOCK.

KOMPAS.com - Kesuburan pria menjadi hal penting bagi pasangan yang mendambakan momongan.

Faktanya, dari total jumlah pasangan yang sulit mendapat momongan, sekitar sepertiga disebabkan oleh masalah kesuburan pria.

Bahkan, menurut ahli kesehatan, jumlah tersebut semakin memburuk seiring berjalannya waktu.

Berdasarkan hasil riset tahun 2017, selama 40 tahun terakhir kuantitas sperma pria di negara barat mengalami penurunan hingga 50 persen.

Menurut Dokter Hagai Levine --selaku pemimpin riset, jika hal ini berlanjut maka bukan tak mungkin kondisi ini akan bermuara pada kepunahan manusia.

Baca juga: Kenali, 4 Jenis Makanan Penambah Sperma

Terlebih, kata Levine, sangat sulit untuk menentukan penyebab dari masalah ini.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendati demikian, para ilmuwan percaya, gaya hidup pasif, obesitas, dan kebiasaan berpesta berkontribusi besar dalam problem ini.

Selain itu, meskipun jumlah sperma adalah indikator penting dalam kesuburan pria, namun faktor ini bukan satu-satunya yang dapat diperhitungkan.

Kesehatan sperma juga menjadi bagian penentu keseburan pria. Inilah hal-hal yang menentukan kekuatan dan kesehatan sperma.

Kuantitas sperma dalam cairan semen

Lelaki yang memiliki sperma kurang dari 15 juta dalam setiap mililiter cairan semen, bisanya memiliki jumlah sperma yang rendah.

Motilitas atau seberapa baik sperma bisa bergerak untuk membuahi sel telur

Baca juga: 6 Cara Agar Sperma Tetap Sehat

Sperma berukuran normal memiliki kepala oval dan ekor panjang.

Sementara itu, sperma yang mengalami kelainan bisa berupa bentuk kepala yang cacat atau memiliki ekor ganda.

Lalu, bagaimana cara membuat sperma sehat dan kuat?

Laman Mens'Health, melansir enam cara membuat sperma sehat dan kuat.

1. Jaga pola makan

Mereka yang mengonsumsi makanan anti oksidan tinggi memiliki konsentrasi sperma yang lebih tinggi.

"Salah satu faktor yang memengaruhi kualitas sperma adalah sesuatu yang kita sebut stres oksidatif," kata ahli urologi Dr. Ali Dabaja.

Stres oksidatif terjadi ketika ada terlalu banyak atom tidak stabil yang disebut radikal bebas dalam tubuh kita.

Makanan antioksidan membantu menangkal zat berbahaya ini.

Baca juga: Penelitian Baru Ungkap Sperma Bisa Bertahan di Luar Angkasa

Dabaja merekomendasikan para pria agar mengonsumsi beberapa porsi makanan yang kaya antioksidan, seperti buah beri, setiap hari.

Satu cangkir blueberry mengandung sekitar 9019 antioksidan, dan cocok dipakai sebagai tambahan saat sarapan.

Sumber antioksidan lain yang bagus adalah buah plum, blackberry, dan anggur.

Dabaja juga menyarankan para pria untuk mengonsumsi vitamin E. Penelitian telah menunjukkan bahwa vitamin C dan E dapat memperbaiki bentuk sperma.

Dosis vitamin E dewasa yang direkomendasikan adalah 15 miligram per hari.

Mengonsumsi seperempat cangkir biji bunga matahari dan secangkir bayam setiap hari dapat membantu mengatasi masalah ini.

2. Kurangi konsumsi alkohol

Menurut Dabaja, alkohol yang kita konsumsi saat berpesta dan makan malam bisa menjadi 'racun' bagi sperma.

Mengonsumsi 10-15 gelas minuman beralkohol dalam seminggu, kata Dabaja, adalah jumlah yang terlalu tinggi.

Bagi pria yang ingin meningkatkan jumlah sperma disarankan agar tidak mengonsumsi alkohol lebih dari 3-5 gelas dalam seminggu.

Baca juga: Gemar Makan Junk Food di Usia Remaja, Pengaruhi Sperma saat Dewasa

3. Kontrol berat badan

Riset tahun 2017 menemukan, orang yang kelebihan berat badan atau obesitas memiliki jumlah sperma yang lebih rendah dan penurunan motilitas dibandingkan dengan pria dengan indeks massa tubuh yang lebih rendah.

"Jika kamu memiliki banyak lemak tubuh, kamu akan memiliki banyak stres oksidatif pada tubuh," papar Dabaja.

Oleh karena itu, dia menyarankan untuk berolahraga secara teratur demi menjaga bobot ideal.

4. Hindari berendam dalam air panas

Dabaja memaparkan, suhu tinggi yang ditemukan di kolam air panas dapat meningkatkan suhu testis.

Inilah yang dapat mengurangi jumlah sperma yang dihasilkan.

Riset 2013 juga menemukan, berendam dalam air panas dua kali seminggu mengurangi jumlah sperma dan motilitas.

Baca juga: Kualitas Sperma Pria Menurun Secara Global, Penyebabnya Ada di Rumah

5. Hindari pakaian yang ketat

Memakai celana dan pakaian dalam yang ketat bisa menyebabkan buah zakar terlalu panas, yang dapat mengurangi jumlah sperma.

"Memakai pakaian yang membalut alat kelamin dengan ketat dapat menyebabkan peningkatan suhu testis," papar Dabaja.

Boxer longgar atau celana dengan bahan yang sejuk adalah pilihan yang tepat.

6. Akupuntur

Akupunktur tidak memiliki dampak langsung pada kualitas sperma, tetapi telah terbukti mengurangi stres - yang, pada gilirannya, dapat membantu peningkatan jumlah sperma.

Pada tahun 2014, para peneliti menemukan pria dengan tingkat stres tinggi memiliki lebih sedikit sperma dengan motilitas yang berkurang dibandingkan pria dengan tingkat stres rendah.

"Tubuh yang lebih sehat akan menghasilkan sperma yang lebih sehat," kata Dabaja.



Sumber menshealth
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X