Mencari Kesetaran Hak Bagi Anak Perempuan di Indonesia

Kompas.com - 22/09/2019, 07:46 WIB
Ilustrasi ISTOCKIlustrasi
|
Editor Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Kesetaraan gender terus digaungkan oleh berbagai pihak, termasuk di Indonesia. Seiring berkembangnya zaman, masalah kesetaraan gender ini ternyata masih menyisakan banyak pekerjaan rumah untuk diatasi.

Isu kesetaraan gender tak hanya dialami oleh mereka yang sudah dewasa, tetapi juga sejak usia anak. Itulah mengapa Plan International Indonesia saat ini masih terus berjuang mendukung kesetaraan hak anak perempuan.

Direktur Eksekutif Plan International Indonesia, Dini Widiastuti mengatakan, lewat program-program yang dijalankannya, organisasi yang masuk ke Indonesia sejak 1969 ini terus berupaya agar anak-anak perempuan dapat menikmati kesempatan yang setara untuk segala sektor. Mulai dari pendidikan, pekejaan dan lainnya.

"Kami mau memastikan program kami memberi kesempatan mereka tumbuh dan berkembang bebas dari kekerasan."

Demikian diungkapkan Dini pada konferensi pers 50 tahun Plan International Indonesia di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (20/9/2019).

Lalu, apa saja pekerjaan rumah tersebut?

Dini mengungkapkan, masih banyak permasalahan yang harus diselesaikan. Misalnya, masalah stunting yang disebabkan oleh banyak hal. Salah satunya karena masih banyaknya kehamilan pada remaja.

Ada banyak akar permasalahan yang perlu diselesaikan, mulai dari kemiskinan, norma-norma yang berlaku di daerah yang bersangkutan, kurangnya akses pendidikan, dan lainnya.

Dini mencontohkan di Nusa Tenggara Barat (NTB), rata-rata usia anak-anak berhenti sekolah adalah 13 tahun, dengan jumlah anak perempuan lebih banyak.

Salah satu alasannya adalah karena akses sekolah yang terlalu jauh sehingga perjalanan ke dan dari sekolah dinilai tidak aman, tidak ada biaya, dan lainnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X