BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan BCA

Mantul! Sekarang Transaksi M-Banking Bisa Dilakukan Sembari Chatting

Kompas.com - 23/09/2019, 17:16 WIB
ilustrasi Dewi Shutterstockilustrasi Dewi

Kompas.com – Saat jam istirahat di kantornya, Dewi (28) terlihat amat sibuk. Bukan karena pekerjaan, melainkan tengah melayani pesanan online shop, pekerjaan sampingan yang ia lakoni sejak enam bulan lalu.

Dewi memang seorang karyawati yang menduduki jabatan cukup penting di sebuah perusahaan asuransi ternama. Gajinya cukup untuk menutupi kebutuhan hidupnya.

Namun, Dewi juga rajin mencari penghasilan sampingan di luar pekerjaan utamanya, yaitu sebagai reseller online shop untuk tas dan pakaian wanita.

Apa yang dilakukan Dewi sebenarnya lumrah terjadi. Selain memang hobi berjualan, memiliki banyak sumber penghasilan merupakan hal baik. Dengan begitu kondisi finansial seseorang bisa meningkat.

Bahkan, para pekerja di negara maju seperti Amerika Serikat (AS) saja melakukan hal serupa. Ini terungkap dari riset yang dilakukan Vistaprint, perusahaan multinasional untuk jasa pemasaran online.

Penelitian yang dilakukan pada Juni 2019 tersebut mengambil 2.000 pekerja full time sebagai responden.

Hasilnya, 61 persen percaya generasi saat ini perlu pekerjaan sampingan untuk meningkatkan keuangan mereka. Sisanya, 39 persen menganggap pekerjaan sampingan adalah hal normal di masa depan.

Sementara itu, hasil lain dari riset tersebut menunjukkan, usaha penjualan online merupakan salah satu bidang pekerjaan yang cukup diminati para karyawan di Negeri Paman Sam tersebut.

Terkait penjualan online, di Indonesia sendiri usaha tersebut pun kerap dipilih sebagai usaha sampingan, seperti dilansir Kompas.com, Senin (12/11/2018).

Itu terjadi karena modal yang diperlukan untuk menjalankan usaha reseller online tidaklah banyak alias minim, hanya untuk membeli kuota internet. Sebab, mekanisme penjualannya pun penjual hanya menjual kembali barang-barang milik distributor.

Usaha tersebut semakin menjanjikan karena hasil riset Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menemukan bahwa penetrasi pengguna internet di Indonesia kian tahun kian meningkat jumlahnya.

Apalagi ditambah dengan perkembangan teknologi digital yang secara tidak langsung mengubah pola konsumsi masyarakat.

Dari yang awalnya masih suka berbelanja langsung di toko berubah menjadi lebih senang berbelanja online lewat smartphone.

Pada 2018 saja, jumlah online shopper diperkirakan mencapai 11,9 persen dari total populasi di Indonesia. Jumlah ini ditengarai akan terus meningkat. Dengan begitu, peluang ekonomi bisnis internet di Indonesia suatu keniscayaan.

Di balik keuntungan yang ditawarkan, menjalani pekerjaan sampingan cukup menyita waktu juga.

Misalnya seperti yang dialami Dewi, tokoh ilustrasi di atas. Bila pesanan sedang banyak, tak jarang ia kerepotan, terutama saat harus mentransfer pembayaran ke supplier.

Dewi mesti bolak-balik membuka tutup aplikasi chatting untuk menjawab pesanan dan aplikasi mobile banking untuk melakukan transaksi perbankan.

Belum lagi bila supplier memintanya untuk mengirimkan screenshot bukti transfer.

Beruntungnya, kerepotan tersebut tidak berlangsung lama karena Dewi telah menemukan fitur BCA Keyboard dari aplikasi mobile banking BCA mobile.

Dengan BCA keyboard, Dewi bisa chatting-an dengan supplier-nya sambil melakukan transfer sekaligus mengirimkan bukti transfer tanpa harus keluar dari aplikasi chat.

Transfer semudah chatting

Dikutip dari Kontan, Sabtu (16/2/2019), hadirnya layanan BCA keyboard mempermudah nasabah pengguna mobile banking (BCA mobile) bertransaksi secara instan di dalam aplikasi chat.

Inovasi tersebut bisa digunakan pada semua aplikasi chatting dan media sosial seperti Whats App, Line, dan Instagram.

Transaksi yang dapat dilakukan dengan BCA Keyboard pun beragam, seperti cek saldo, mutasi rekening, hingga transfer ke rekening BCA maupun rekening virtual.

Untuk mengaktifkan layanan tersebut, nasabah harus terlebih dahulu memperbaharui aplikasi BCA mobile menjadi versi terbaru. Perlu diketahui, saat ini BCA keyboard baru bisa dinikmati pengguna Android.

Setelah proses pembaruan selesai, pilih menu 'Aktivasi BCA Keyboard', kemudian klik ‘Aktifkan di sini', tunggu beberapa saat hingga muncul pengaturan 'Manage Keyboards', atau selengkapnya bisa dicek di sini.

tampilan BCA KeyboardShutterstock tampilan BCA Keyboard

Setelah semua cara di atas rampung, manfaat dari layanan BCA Keyboard bisa langsung dirasakan.

Misalnya untuk transfer, Anda bisa melakukan transfer sembari chatting dengan pemilik rekening yang dituju.

Cukup klik icon BCA yang berwarna biru di kiri bawah keyboard, masukkan login ke m-BCA seperti biasa, dan tunggu sebentar hingga muncul pilihan menu ‘Transfer’.

Setelah itu transfer dapat dilakukan seperti biasa, yaitu pilih rekening tujuan, masukkan nominal, isi berita transfer, konfirmasi, dan verifikasi transaksi dengan input pin m-BCA.

Usai transaksi, Anda bisa langsung membagikan bukti transfer ke dalam percakapan dengan mengetuk ikon share yang tersedia.

Sementara itu, untuk transaksi lain seperti cek saldo dan mutasi rekening, Anda bisa melihat cara lengkapnya di sini.

Mudah sekali, bukan?

Dengan BCA Keyboard, kini transaksi perbankan dibikin simpel. Sebab nasabah bisa melakukannya sambil chatting tanpa perlu pindah aplikasi

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya