Kompas.com - 24/09/2019, 18:49 WIB
Pasukan Brimob Polri, Selasa (24/9/2019), menghalau massa mahasiswa ke arah kawasan Semanggi menggunakan water canon. KOMPAS.com/ Kristian ErdiantoPasukan Brimob Polri, Selasa (24/9/2019), menghalau massa mahasiswa ke arah kawasan Semanggi menggunakan water canon.

KOMPAS.com - Aksi unjuk rasa elemen mahasiswa di halaman Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9/2019) disusul dengan tembakan gas air mata dari jajaran kepolisian.

Tak hanya di area unjuk rasa, ternyata efek gas air mata juga dirasakan warga yang tengah berada di sekitar lokasi.

Lalu, apa efek dari gas air mata terhadap tubuh kita?

Dilansir dari berbagai sumber, gas air mata sebetulnya ada bermacam-macam. Masing-masing memiliki efek toksikologis dan tingkat keparahannya masing-masing.

Senyawa umum yang ditemukan dalam gas air mata termasuk chlorobenzalmalononitrile (CS) dan chloroacetophenone (CN).

Baca juga: Polisi Tembakkan Water Canon dan Gas Air Mata ke Mahasiswa Pendemo di DPR

Menurut Manajer Keselamatan dan Kepatuhan Operasi servis pembersihan komersil AfterMath, Andrew Whitmarsh, gas air mata bekerja dengan melepaskan inhalan yang menginfiltrasi selaput lendir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gas air mata sebetulnya bukanlah gas, melainkan bahan kimia aktif yang terdiri dari senyawa halogen organik sintesis yang paling umum, dan padat pada suhu kamar.

Mereka yang terpapar akan merasakan sejumlah gejala. Antara lain mata, hidung, mulut, dan kulit panas terasa terbakar, air mata berlebih, pandangan kabur, dan hidung berair.

Lalu, jaringan yang terekspos terasa seperti terbakar dan bisa timbul ruam, batuk, dan sulit bernapas seperti tercekik.

Ada pula muncul gejala disorientasi dan kebingungan yang memicu kepanikan, hingga amarah yang intensif.

Mengatasi paparan gas air mata

1. Jangan menyentuh

Gas air mata biasanya dalam bentuk granat, yang dipasang di ujung pistol gas dan ditembakkan dengan peluru senapan kosong.

Karena itu, kemungkinan akan ada suara tembakan ketika gas air mata digunakan.

Lihatlah ke atas ketika mendengar tembakan dan hindari berada di jalur granat.

Granat gas air mata sering meledak di udara, menghasilkan semacam wadah logam yang akan memuntahkan gas.

Wadah ini panas, jadi jangan menyentuhnya. Jangan mengambil tabung gas air mata yang tidak meledak, karena dapat meledak dan menyebabkan cedera.

Baca juga: Warga Benhil Semprotkan Air Bantu Mahasiswa yang Terkena Gas Air Mata dari Depan DPR

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber Aftermath
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.