Mengenal Organic Parenting, Gaya Pengasuhan Anak Alami

Kompas.com - 01/10/2019, 12:16 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com – Bagi orangtua yang ingin membesarkan anak secara alami dan ramah lingkungan, organic parenting atau gaya pengasuhan anak alami mungkin bisa diterapkan.

Fenomena di kota-kota besar saat ini adalah minimnya ruang terbuka untuk anak bermain, polusi yang makin tinggi, serta kesempatan anak untuk bergerak aktif terbatas.

“Selain itu 98 persen anak berusia kurang dari 8 tahun sudah aktif pakai gawai. Pola makan anak-anak juga tinggi kalori dan gula,” kata psikolog tumbuh kembang anak Chitra Annisya, M.Psi dalam acara talkshow yang digelar oleh Puregrow di Jakarta (26/9).

Ia menjelaskan, karena lebih banyak menggunakan gawai dan kurang kegiatan yang berkaitan dengan fisik, dampaknya buruk bagi anak.

Menurut penelitian, 5-16 persen anak usia TK mengalami masalah pemprosesan sensori yang memengaruhi perkembangan motorik, kognitif, sosial, dan emosi.

“Sekarang ini anak-anak mau mewarnai tinggal klik saja di gadget. Karena kurang stimulasi juga, kemampuan biacara dan mengendalikan dirinya jadi rendah,” katanya.

Baca juga: Anak Terlambat Bicara Bukan Berarti Anak Autis

Padahal, kebutuhan utama anak adalah bermain, terutama yang berkaitan dengan fisiknya.

Itu sebabnya, saat ini berkembang gaya pengasuhan anak alami (organic parenting). Pola asuh ini tidak cuma mengajarkan anak untuk lebih dekat dengan alam, tapi juga berkaitan dengan hubungan orangtua dan anak.

“Dalam pola asuh ini, orangtua didorong untuk melakukan interaksi dua arah. Jadi memberikan sentuhan fisik, komunikasi verbal, dan kontak mata,” ujar psikolog dari lembaga Tiga Generasi ini.

Selain itu, anak juga akan lebih banyak melakukan kegiatan multisensori atau yang merangsang seluruh inderanya. Tentu saja ini disesuaikan dengan tahapan usia dan perkembangan anak.

Misalnya saja, pada anak berusia satu hingga dua tahun, orangtua bisa merangsang indera perasa atau penciuman dengan mengenalkan bermacam bau dari buah-buahan atau mengenal teksturnya.

Kegiatan bermain di alam terbuka atau di taman juga sangat disarankan sehingga anak bisa bermain, berlari-lari, dan mengeksplorasi alam.

“Paparan sinar matahari sangat bagus untuk fisik dan mental. Termasuk untuk merangsang hormon bahagia dan melepaskan beban emosi,” kata Chitra.

Selain itu, dari sisi nutrisi juga lebih mengutamakan makanan yang alami. Bila memungkinkan memilih produk bahan makanan yang organik atau pun makanan yang minim pemrosesan.

Baca juga: 5 Cara agar Anak Mendengarkan Orangtua

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X