Kompas.com - 02/10/2019, 16:40 WIB
Para Pembatik dalam acara membatik untuk negeri Ariska AnggrainiPara Pembatik dalam acara membatik untuk negeri

Pemerhati batik Lintu Tulistyanto juga mengatakan, beberapa pembatik memang masih mendapatkan upah rendah.

Di beberapa daerah yang menjadi industri batik, seperti Pekalongan, para pembatik rata-rata dibayar murah untuk menekan biaya produksi.

Baca juga: Memakai Batik dengan Gaya Street Style ala Jepang

"Sebenarnya, itu mencakup prinsip ekonomi. Jadi, kalau kebutuhan sedikit dan tenaga kerja banyak, otomatis harga sumber daya manusia-nya tidak bisa tinggi," tambah dia.

Namun, tidak semua pembatik di Indonesia mengalami nasib yang sama.

Lintu juga mengatakan, para pembatik adalah orang-orang pintar dan berlogika tinggi karena mereka harus memahami bagian-bagian mana yang harus diberi warna atau malam.

"Itu kan butuh logika. Selain sabar dan telaten, mereka itu pinter," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.