Makanan Organik Lebih Mahal, Apa Sebabnya?

Kompas.com - 03/10/2019, 19:31 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pola makan dengan bahan makanan organik semakin meningkat seiring dengan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.

Sebab, selain dianggap bermanfaat bagi kesehatan, pola makan tanpa produk hewani atau vegan juga disebut menghasilkan jejak karbon paling minim.

Co-founder and Managing Director Burgreens, Helga Angelina, dalam paparannya menjelaskan, seorang pecinta daging akan menghasilkan 3,3 Karbon Dioksida per 2.600 kilo kalori dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Sementara pelaku vegan rata-rata menghasilkan hanya 1,5 Karbon Dioksida per jumlah kalori yang sama.

Baca juga: Makanan Organik Bukan Cuma untuk Orang Sakit

Namun, tak sedikit orang yang menilai harga produk organik terlalu mahal untuk dikonsumsi sehari-hari.

Helga tak menampik hal tersebut. Menurutnya, harga produk organik memang bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat produk sejenis yang non-organik.

" Organik memang sayangnya sekarang seperti hanya affordable untuk kelas menengah ke atas karena demand belum banyak, supply juga terbatas."

Hal itu diungkapkan oleh Helga seusai diskusi bertema perubahan iklim di Pusat Kebudayaan Italia di Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Baca juga: Makan Aman dengan Bahan Pangan Organik

Proses produksi pengaruhi harga jual

Namun, hal itu dikarenakan perbedaan proses produksi yang cukup besar. Apa sebabnya?

Helga mencontohkan para petani yang memproduksi bahan makanan untuk Burgreens. Menurutnya, pola kerja petani tanaman organik dan biasa sangat berbeda.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X