Kiat Memperbaiki Komunikasi yang Buruk dengan Pasangan

Kompas.com - 04/10/2019, 09:26 WIB
Ilustrasi pasangan shutterstockIlustrasi pasangan
|
Editor Wisnubrata

Keterikatan tidak aman adalah ketika seseorang menanggapi kebutuhan mereka akan koneksi dengan cara menghindarinya atau dengan susah payah mengejarnya.

Dalam kedua kasus tersebut, penting untuk belajar tentang apa yang membuat mereka merasa cukup aman untuk saling berkomunikasi dengan cara yang nyata daripada dengan langkah-langkah perlindungan diri ini.

Jika kamu punya tipe pasangan yang kerap menghindari, artinya mereka adalah tipe yang membutuhkan ruang.

Kamu bisa meresponsnya dengan memulai momunikasi lewat hal kecil, memberi waktu mereka untuk berpikir atau menawarkan beberapa komunikasi lewat pesan teks atau email.

Sementara jika kamu memiliki pasangan dengan tipe sering cemas, penting untuk berkomunikasi dengan mereka dengan cara yang terprediksi dan aktif menyampaikan perasaanmu padanya.

Baca juga: 4 Cara Bangun Komunikasi demi Jalinan Asmara yang Langgeng

2. Ketidakcocokan meta-emosional

Ketidakcocokan meta-emosional artinya dua orang tidak memiliki perasaan yang sama tentang perasaan itu sendiri. Satu pihak meyakini perasaan bermanfaat untuk didiskusikan, sementara pasangannya meyakini sebaliknya.

Ketika itu terjadi, komunikasi menjadi sesuatu yang menantang. Untuk bisa mengatasinya, penting untuk mencari tahu lebih dalam apa yang dipikirkan masing-masing tentang emosi. Bagaimana emosi diproses saat kamu masih kecil? Apakah kamu percaya emosi dapat membantu?

Kemudian, telusuri bersama bagaimana berkomunikasi satu sama lain secara lebih efektif agar semuanya sejalan. Ini mungkin membiarkan pasangan merasakan perasaan mereka terlebih dahulu sebelum menawarkan solusi atau berniat mencari solusi dan berkompromi.

3. Sakit hati masa lalu yang belum terselesaikan

Alasan lain mengapa komunikasi bersama pasangan kerap bermasalah mungkin karena adanya sesuatu yang menyakitkan di hubunganmu terdahulu yang belum terselesaikan. Apakah pengkhianatan atau sesuatu yang tak pernah benar-benar diubah.

Untuk berjalan maju dan mulai berkomunikasi lebih baik, kamu harus bisa menerima rasa sakit itu, membangun kepercayaan dan mau memaafkan satu sama lain.

Jika hal ini terjadi pada pasanganmu, penting untuk mengidentifikasi faktor "mengapa". Apakah ada yang tersisa dari masa kecil? Apakah kamu pernah menyakitinya? Apakah mereka memiliki pandangan berbeda tentang arti komunikasi?

Cobalah bawa pertanyaan-pertanyaan tersebut pada mereka dan bereksplorasilah tentang apa kebutuhan kalian berdua untuk komunikasi yang sehat.

Baca juga: Komunikasi Jadi Kunci Utama Tercapainya Klimaks Bercinta

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X