Kiat Memperbaiki Komunikasi yang Buruk dengan Pasangan

Kompas.com - 04/10/2019, 09:26 WIB
Ilustrasi pasangan shutterstockIlustrasi pasangan
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Komunikasi seringkali menjadi alasan munculnya masalah yang terjadi dengan pasangan. Namun, masalah komunikasi yang dialami setiap orang berbeda-beda.

Komunikasi sebetulnya terus terjadi tanpa henti, karena ada komunikasi nonverbal, seperti ekspresi, bahasa tubuh, hingga perilaku.

Pasangan-pasangan yang tidak belajar untuk berkomunikasi dengan sadar akan menemui masalah ketika menghadapi beberapa hal, seperti keintiman, konflik dan pertumbuhan relasi.

Masalahnya, tidak semua orang sadar bahwa dirinya kurang bisa berkomunikasi dengan baik terhadap pasangannya.

Baca juga: Mencegah Salah Paham Komunikasi dengan Pasangan

Tanda komunikasi pasangan yang buruk

Nah, seperti apa tanda-tanda komunikasi yang buruk dengan pasangan? Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan:

1. Mengkritik atau meremehkan satu sama lain.

2. Defensif.

3. Menghina.

4. Berasumsi kamu tahu apa yang dipikirkan pasangan.

5. Argumen yang tak pernah diselesaikan.

6. Kurang kompromi.

7. Kurangnya usaha untuk terhubung satu sama lain.

8. Berargumen tentang fakta di balik konflik, alih-alih fokus pada apa yang dialami setiap orang.

Menyelesaikan masalah komunikasi

Setelah mengetahui permasalahannya, apa yang harus dilakukan? Lewat laman Mind Body Green, terapis pernikahan dan keluarga sekligus pendiri A Better Life Therapy di Philadelphia, Elizabeth Earnshaw memberikan tipsnya:

1. Gaya kasih sayangmu dan pasangan

Dalam psikologi, attachment theory atau teori kasih sayang atau teori kelekatan meyakini bahwa gaya seseorang menjalani hubungan terbentuk dari tipe perlakuan yang mereka terima dari orang-orang yang merawat mereka sebelumnya.

Jika keduanya memiliki gaya kelekatan yang sering merasa tidak aman alias insecure dalam hubungan mereka, maka hubungan yang sama cenderung akan terbentuk dengan orang lain.

Kemudian komunikasi yang dibangun akan digerakkan dengan kecemasan alih-alih kebenaran.

Keterikatan tidak aman adalah ketika seseorang menanggapi kebutuhan mereka akan koneksi dengan cara menghindarinya atau dengan susah payah mengejarnya.

Dalam kedua kasus tersebut, penting untuk belajar tentang apa yang membuat mereka merasa cukup aman untuk saling berkomunikasi dengan cara yang nyata daripada dengan langkah-langkah perlindungan diri ini.

Jika kamu punya tipe pasangan yang kerap menghindari, artinya mereka adalah tipe yang membutuhkan ruang.

Kamu bisa meresponsnya dengan memulai momunikasi lewat hal kecil, memberi waktu mereka untuk berpikir atau menawarkan beberapa komunikasi lewat pesan teks atau email.

Sementara jika kamu memiliki pasangan dengan tipe sering cemas, penting untuk berkomunikasi dengan mereka dengan cara yang terprediksi dan aktif menyampaikan perasaanmu padanya.

Baca juga: 4 Cara Bangun Komunikasi demi Jalinan Asmara yang Langgeng

2. Ketidakcocokan meta-emosional

Ketidakcocokan meta-emosional artinya dua orang tidak memiliki perasaan yang sama tentang perasaan itu sendiri. Satu pihak meyakini perasaan bermanfaat untuk didiskusikan, sementara pasangannya meyakini sebaliknya.

Ketika itu terjadi, komunikasi menjadi sesuatu yang menantang. Untuk bisa mengatasinya, penting untuk mencari tahu lebih dalam apa yang dipikirkan masing-masing tentang emosi. Bagaimana emosi diproses saat kamu masih kecil? Apakah kamu percaya emosi dapat membantu?

Kemudian, telusuri bersama bagaimana berkomunikasi satu sama lain secara lebih efektif agar semuanya sejalan. Ini mungkin membiarkan pasangan merasakan perasaan mereka terlebih dahulu sebelum menawarkan solusi atau berniat mencari solusi dan berkompromi.

3. Sakit hati masa lalu yang belum terselesaikan

Alasan lain mengapa komunikasi bersama pasangan kerap bermasalah mungkin karena adanya sesuatu yang menyakitkan di hubunganmu terdahulu yang belum terselesaikan. Apakah pengkhianatan atau sesuatu yang tak pernah benar-benar diubah.

Untuk berjalan maju dan mulai berkomunikasi lebih baik, kamu harus bisa menerima rasa sakit itu, membangun kepercayaan dan mau memaafkan satu sama lain.

Jika hal ini terjadi pada pasanganmu, penting untuk mengidentifikasi faktor "mengapa". Apakah ada yang tersisa dari masa kecil? Apakah kamu pernah menyakitinya? Apakah mereka memiliki pandangan berbeda tentang arti komunikasi?

Cobalah bawa pertanyaan-pertanyaan tersebut pada mereka dan bereksplorasilah tentang apa kebutuhan kalian berdua untuk komunikasi yang sehat.

Baca juga: Komunikasi Jadi Kunci Utama Tercapainya Klimaks Bercinta



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X