Suplemen Minyak Ikan Bantu Turunkan Risiko Serangan Jantung

Kompas.com - 05/10/2019, 19:24 WIB
Ilustrasi suplemen minyak ikan. ShutterstockIlustrasi suplemen minyak ikan.

KOMPAS.com - Beberapa suplemen yang paling sering diresepkan, seperti vitamin D dan asam lemak Omega-3 ( minyak ikan), dipelajari selama periode lima tahun untuk menentukan apakah sebenarnya konsumsi suplemen tersebut berdampak pada kesehatan jantung dan kanker.

Karena kedua penyakit diketahui sangat memengaruhi wanita dari segala usia, para peneliti dari Brigham and Women's Hospital (BWH) yang berafiliasi dengan Harvard Medical School, memutuskan untuk menganalisis korelasi antara suplementasi dan mengurangi risiko.

JoAnn Manson, PhD, penulis utama, menyiratkan bahwa temuan ini menunjukkan manfaat dan risiko yang rumit dari perawatan dengan menggunakan suplemen tersebut.

Dia juga mengatakan, bahwa lebih banyak penelitian diperlukan untuk secara akurat memahami orang seperti apa yang bisa mendapatkan manfaat maksimal dari suplemen.

Temuan ini dipresentasikan pada Pertemuan Tahunan North American Menopause Society (NAMS) atau Masyarakat Menopause Amerika Utara di Chicago antara 25 dan 28 September lalu.

Baca juga: Mari, Kenali Banyaknya Manfaat Minyak Ikan bagi Tubuh

Seperti semua hasil sebelumnya, meta-analisis terbaru, yang merupakan studi terbesar dari jenisnya, yang disebut VITamin D dan OmegA-3 Trial (VITAL), menegaskan bahwa risiko kematian akibat kanker dan serangan jantung berkurang.

Jumlah peserta penelitian sebanyak 26.000 pria dan wanita di AS. Namun, meskipun telah dirawat selama lima tahun, hasilnya terbatas pada area ini.

Itu karena konsumsi minyak ikan menunjukkan pengurangan yang tidak signifikan pada beberapa kejadian kardiovaskular utama, kecuali satu. Hal itu berhasil mengurangi serangan jantung lebih efektif.

Orang-orang yang makan 1,5 porsi ikan setiap minggu mendapat manfaat dengan cara ini. Itu juga dianggap konsumsi ikan masih di bawah tingkat konsumsi rata-rata kohort.

Baca juga: Mengapa Kita Butuh Asam Lemak Omega-3

Dari seluruh populasi, orang Afrika-Amerika mendapat manfaat paling banyak dari perawatan ini. Meta-analisis lain seperti uji klinis acak yang memelajari asupan asam lemak omega-3 dan mengurangi risiko penyakit jantung telah membuktikan hal ini sebelumnya.

Suplemen vitamin D juga tidak memiliki banyak efek pada pengurangan kejadian kardiovaskular utama, termasuk serangan jantung dan kejadian kanker.

Sebaliknya, suplemen secara statistik menunjukkan bukti dapat mengurangi risiko kematian akibat kanker bagi peserta dalam studi, selama minimal dua tahun. Meta analisis sebelumnya dikonfirmasi oleh studi longitudinal ini.

"Dengan penyakit jantung dan kanker merupakan ancaman kesehatan paling signifikan bagi wanita, sangat penting bagi kami untuk terus mempelajari kelayakan opsi yang mencegah penyakit ini dan membantu wanita bertahan hidup," jelas Dr. Stephanie Faubion, direktur medis NAMS.

Baca juga: Ikan Sardin Bisa Jadi Sumber Omega-3

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X