Kompas.com - 07/10/2019, 22:13 WIB
Ilustrasi kesepian ChalabalaIlustrasi kesepian

KOMPAS.com - Dalam survei terbaru yang dilakukan oleh YouGov, terungkap bahwa orang dewasa muda abad ke-21 adalah generasi paling kesepian yang melampaui Generasi Baby Boomer (1940-1955) dan Generasi X (1955-1970). Laporan itu juga menemukan, bahwa 30 persen generasi Millenial selalu merasa kesepian.

Sekitar satu dari lima generasi milenial mengatakan mereka tidak punya teman, 27 persen tidak punya teman dekat, dan 30 persen tidak punya teman baik.

Jumlah ini secara signifikan lebih besar dibandingkan dengan generasi lain yang diteliti. Dan dengan munculnya media sosial, perasaan ini makin meningkat.

Sebuah studi pada tahun 2018 dari University of Pennsylvania menemukan, hubungan antara waktu yang dihabiskan di media sosial dan kesejahteraan tampak rendah di antara orang-orang berusia antara 23 hingga 38 tahun.

Baca juga: Kecanduan Aplikasi Kencan? Mungkin Sebenarnya Kamu Kesepian

Menurut Melissa Hunt, peneliti utama studi tersebut, menggunakan media sosial kurang dari satu biasanya memang menunjukkan penurunan yang signifikan dalam perasaan depresi dan kesepian.

Sementara itu, John Cacioppo mempelajari kesepian selama lebih dari 20 tahun dan dia mengatakan, bahwa perasaan tertentu dirasakan seperti isolasi sosial atau perbedaan antara apa yang diinginkan dari interaksi sosial dan konsepsi seseorang tentang hubungan tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Efek internal seperti pikiran dan perasaan yang dipicu oleh media sosial juga dapat menjadi faktor yang bisa menyebabkan rasa isolasi yang dirasakan,” tulis Lisa Firestone PhD, psikolog klinis dan Direktur Penelitian dan Pendidikan untuk Asosiasi Glendon dalam Psychology Today.

Firestone mencatat, kemunculan teknologi telah menciptakan tempat berkembang biak bagi pemikiran yang merusak ini.

Baca juga: Tak Perlu Takut Merasa Kesepian

Meski orang memiliki sisi kepribadian mereka yang diarahkan pada tujuan, mereka juga memiliki sifat anti-diri yang kejam.

"Suara hati yang kritis" adalah apa yang akan dirujuk oleh ayah Firestone, Dr. Robert Firestone, yang mungkin diciptakan oleh pengalaman hidup negatif di masa lalu.

Suara hati kritis orang-orang membuat skema untuk menjauhkan mereka dari hubungan sosial dan menciptakan perasaan kesejahteraan yang rendah.

Hanya dengan menantang kritik batin dan tidak membiarkannya mendapatkan yang terbaik dari diri kita, dapat menjadi cara yang efektif untuk mengatasi perasaan kesepian dan menjadi lebih kuat.

Selain itu, Firestone mendorong orang untuk belajar bagaimana mengidentifikasi pertahanan mereka dan mengambil langkah-langkah tertentu untuk mengatasi musuh internal ini.

Baca juga: Kesepian Picu Berbagai Penyakit, dari Depresi hingga Kematian Dini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.