Peran Ayah dalam Keluarga, Bukan Melulu Soal Cari Nafkah

Kompas.com - 10/10/2019, 16:19 WIB
Ilustrasi ayah dan anak shutterstockIlustrasi ayah dan anak
Editor Wisnubrata

4. Menghindari masalah mental

Peran ayah dalam keluarga menjadi semakin menarik ketika melihat hasil penelitian dari Vanderbilt University. Mereka menguak fakta bahwa anak-anak perempuan yang dekat dengan ayah di 5 tahun pertama hidupnya akan lebih matang saat menghadapi fase pubertas.

Tak hanya itu, peneliti dari University of Oxford juga setuju bahwa anak-anak perempuan yang dekat dengan ayahnya lebih jarang mengalami masalah mental saat beranjak dewasa.

Koneksi dengan ayah yang kerap memberikan pujian membantu seorang anak perempuan tumbuh menjadi perempuan yang percaya diri dan mandiri.

Baca juga: 3 Pekerjaan yang Harus Dilakukan Ayah di Rumah

Peran orangtua kian fleksibel

Dengan mempertimbangkan banyak kelebihan di atas, artinya peran ayah dalam keluarga menjadi semakin fleksibel.

Hal ini berlaku bagi kedua belah pihak: ibu juga memiliki ruang lebih luas untuk bekerja atau beraktivitas di luar rumah, sementara ayah juga sah-sah saja mengurus anak di rumah.

Jika tidak menjadi stay-at-home dad pun, kedekatan dan koneksi dengan anak juga tetap bisa terbangun. Caranya bisa dengan melakukan aktivitas bersama yang terkesan sederhana tapi sebenarnya bermakna bagi anak, seperti:

  • Sejak anak masih bayi, kerap memberikan pelukan dan ikut mengurus kebutuhan sehari-hari buah hati
  • Menjadi telinga yang mendengarkan cerita anak saat beranjak menjadi balita
  • Mengajak anak bermain tanpa terdistraksi dengan hal-hal lain
  • Mengagendakan quality time bersama anak secara rutin, seperti membacakan cerita sebelum tidur atau pergi bersama saat akhir pekan
  • Selalu ada di momen-momen penting anak dan memberikan dukungan
  • Tidak berjarak saat anak beranjak remaja dan selalu mendengarkan cerita anak

Masih banyak lagi cara yang bisa dilakukan untuk membuktikan peran ayah dalam keluarga bukan hanya sebagai pencari nafkah.

Tentu tidak ada panduan baku apa yang harus dilakukan, semua bergantung pada tiap keluarga. Setiap kedekatan ayah dan anak pasti punya caranya sendiri.

Hal terpenting adalah selalu membangun koneksi dengan anak. Pun ketika ada masalah dengan anak, memberikan koreksi akan lebih mudah apabila koneksi telah terjalin dengan baik sebelumnya.

Baca juga: 10 Kesalahan Ayah saat Menghukum Anak

Halaman:


Sumber

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X