Kompas.com - 11/10/2019, 06:19 WIB

KOMPAS.com - Publik, khususnya para penggemar keluarga Kerajaan Inggris tentu sudah sangat paham,pernikahan Putri Diana dan Pangeran Charles bukanlah hal yang membahagiakan.

Nyaris sejak awal, Diana sudah menyadari perselingkuhan Charles dengan pacar lamanya Camilla Parker Bowles, telah menghancurkan pernikahan mereka.

Namun ternyata, perceraian mereka pada tahun 1996 pun tak menjadi akhir dari perang antara Diana dan Charles.

Penny Junor, penulis The Firm, yang juga pakar kerajaan, mengatakan, Putri Diana terus menabuh genderang "perang" terhadap mantan suaminya itu.

“Itu adalah akhir dari 15 tahun pernikahan, tetapi itu bukan akhir dari perang,” tulis Junor.

Baca juga: Melihat Masa Kelam Pernikahan Putri Diana dan Pangeran Charles...

"Di luar kerajaan, Diana tidak sebahagia yang terlihat, bahkan mungkin sangat membencinya ketimbang dia berada di dalam."

Menurut Junor, Putri Diana marah dan Charles, dan para penggemarnya pun mengikuti sikap itu.

"Dia masih marah dengan Charles dan bertekad untuk mempermalukan dan mengacaukannya di setiap kesempatan," tulis Junor.

"Dan, menurut jajak pendapat, dia membawa dukungan dari sebagian besar warga negara bersamanya."

Sebab, publik pun tampaknya tidak menyetujui kegilaan Pangeran Charles dengan Camilla.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.