Kompas.com - 11/10/2019, 11:34 WIB

KOMPAS.com - Depresi dan stres menjadi masalah yang dialami oleh banyak orang.

Terkait dengan hal itu,sebuah studi terbaru menemukan, perubahan pola makan --setidaknya selama tiga minggu, bisa berdampak pada penurunan gejala depresi pada kelompok dewasa muda.

Studi yang dipublikasikan oleh para peneliti dari Australia pekan ini meneliti bagaimana perubahan pola makan berdampak pada kesehatan mental 101 orang dewasa muda.

Partisipan yang dilibatkan adalah dewasa muda berusia 17-35 tahun. Kebanyakan dari mereka adalah siswa universitas yang mengalami depresi dan menerapkan pola makan tidak sehat.

Baca juga: Ed Sheeran - Pangeran Harry, antara Rambut Jagung dan Kesehatan Mental

Riset ini adalah satu dari banyak studi yang mengaitkan pola makan sehat dengan peningkatan kesehatan mental. Namun studi ini diklaim sebagai salah satu yang paling dapat dipercaya.

Sebelum penelitian digelar, 101 sukarelawan itu harus berbagi informasi tentang kebiasaan makan dan suasana hati mereka.

Semuanya memiliki gejala-gejala yang disebut depresi tingkat moderat atau tinggi. Mereka juga mengonsumsi banyak karbohidrat sederhana, lemak jenuh, dan gula.

Kelompok yang diminta mengubah pola makan untuk studi ini diminta menyaksikan sebuah video yang merinci rekomendasi seputar makan sehat.

Termasuk aspek mengenai pola makan Mediterania, dan makanan yang disebut baik untuk otak, seperti omega 3, kayu manis, dan kunyit.

Baca juga: Memahami Tingginya Risiko Depresi pada Orang Kegemukan

Mereka kemudian diinstruksikan untuk mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran dalam jumlah banyak --sekitar 3-5 porsi.

Mereka juga diminta  memangkas asupan karbohidrat sederhana, gula, makanan berlemak atau daging olahan, dan minuman bersoda.

Setiap sukarelawan diberikan keranjang keperluan dan anggaran belanja makanan mingguan.

Setelah tiga minggu, kelompok yang menerapkan pola makan sehat menunjukkan penurunan tingkat depresi, kecemasan, dan stres secara signifikan.

Sementara mereka yang masih menerapkan pola makan biasa melaporkan tidak adanya perubahan suasana hati.

Baca juga: 9 Makanan dan Minuman Penangkal Kecemasan dan Stres

Peneliti menulis, temuan ini menambah literatur yang menunjukkan, perubahan sesederhana pola makan bisa menjadi terapi yang bermanfaat untuk mengurangi gejala depresi.

"Riset ini mungkin bisa memberikan kenyamanan bagi mereka yang mengalami depresi dan bisa mengubah pola diet mereka."

"Namun, kesehatan mental adalah sesuatu yang rumit. Segala faktor, termasuk biologis, kemiskinan dan pengalaman penindasan seperti rasisme, bisa berdampak pada kehidupan seseorang."

Meski perubahan pola makan bisa berdampak positif pada kesehatan mental, namun tetap diperlukan perawatan lain, seperti terapi, pengobatan dan berada di alam terbuka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.