Maska, Skincare Lokal dengan Desain Artistik

Kompas.com - 11/10/2019, 15:45 WIB
Produk-produk perawatan kulit lokal, Maska. Kompas.com/Lusia Kus AnnaProduk-produk perawatan kulit lokal, Maska.

KOMPAS.com – Produk-produk perawatan kulit atau skin care lokal kini semakin menjadi primadona di kalangan perempuan. Selain mengunggulkan kualitas formula produk, ada juga brand yang memiliki konsep desain menarik, salah satunya Maska.

Didirkan oleh Raditya Banyu dan Almas Hudiya yang memiliki latar belakang di bidang kreatif, Maska menawarkan warna baru di pasar skincare dengan desain kemasan yang unik dan sangat muda.

“Kami sudah cukup lama bekerja di industri kecantikan dan sejak tahun lalu mulai muncul ide untuk membuat brand yang tidak hanya menjual produk tapi juga sebuah movement. Dari segi kemasan, kami juga memilih tampilan yang artistik sehingga bisa disimpan setelah isinya habis,” kata Raditya dalam sebuah acara temu media di Jakarta (7/10).

Saat ini Maska memperkenalkan tiga produk perdananya, yaitu hydrogel eyepatch (masker mata), sheet mask (masker wajah), dan juga instant brightening (krim pencerah wajah).

Bukan hanya menonjolkan warna-warna berani dalam kemasannya, Maska juga memiliki bentuk kemasan yang praktis dan mudah dibawa-bawa.

“Kami melihat saat ini wanita di kota besar sangat mobile, sehingga butuh skincare yang bisa menyegarkan kulit setelah mereka beraktivitas,” kata Almas.

Baca juga: Berapa Lama Rutinitas Skincare Memberikan Hasil?

Instant brightening (krim pencerah wajah) dari MaskaKompas.com/Lusia Kus Anna Instant brightening (krim pencerah wajah) dari Maska

Raditya menambahkan, Maska menggunakan bahan-bahan aktif dari ekstrak tumbuhan, seperti ekstrak buah bit, kacang-kacangan, ekstrak lidah buaya, bunga chamomile, hingga ekstrak tumbuhan pegagan.

Ekstrak tanaman tersebut dipilih karena memiliki manfaat antara lain meremajakan kulit wajah, meningkatkan elastisitas kulit, melembabkan, mengatasi iritasi, hingga mengurangi bengkak pada bagian bawah mata.

“Dalam waktu dekat kami juga akan meluncurkan produk yang memakai bahan aktif dari tumbuhan yang hanya tumbuh di Indonesia,” katanya.

Maska yang menyasar konsumen dari generasi Z dan generasi milenial ini yakin bisa diterima pasar Indonesia.

“Pasar skincare tumbuh sekitar 6 persen di tahun 2019 saja. Kami optimis Maska dapat bersaing,” kata Raditya.

Untuk memberikan nilai lebih pada produk ini, Raditya mengatakan sedang mematangkan program movement dalam tiga bidang, yaitu pemberdayaan perempuan, lingkungan, serta pelestarian budaya.

Baca juga: Mengapa Remaja Sudah Butuh Pakai Skincare

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X