Pentingnya Cek Gula Darah Rutin pada Pasien Diabetes

Kompas.com - 18/10/2019, 08:00 WIB
ilustrasi diabetes simpson33ilustrasi diabetes

KOMPAS.com – Kadar gula darah yang terkendali merupakan kunci untuk menghindari atau memperlambat timbulnya komplikasi akibat penyakit diabetes mellitus. Namun, sebagian besar pasien diabetes jarang memeriksakan kadar gula darahnya.

Komplikasi diabetes menyebabkan berbagai kerusakan organ tubuh, di antaranya adalah diabetes retinopati yang merupakan penyebab utama kebutaan pada orang dewasa, diabetes nefropati yang merupakan penyebab utama gagajl ginjal, serta peningkatan penyakit kardiovaskular dan stroke.

Pemeriksaan kadar gula darah pada pasien diabetes harus dilakukan berkala sehingga bisa dipantau apakah diperlukan penyesuaian pola makan atau obat.

Dalam pemeriksaan kadar gula darah, indikator yang dipakai adalah HbA1c, yang mengukur jumlah rata-rata gula dalam darah selama tiga bulan terakhir. Hasilnya jauh lebih akurat dibandingkan pemeriksaan gula darah harian yang sangat fluktuatif.

Bagi orang normal, kondisi normal HbA1c adalah 4-5,7 persen, sedangkan bagi pasien DM, HbA1c yang baik di bawah 7 persen.

HbA1c dapat jadi tolok ukur keberhasilan manajemen pengendalian gula darah pasien DM. Jika nilai HbA1c terus tinggi maka risiko komplikasi juga tinggi.

Ketua PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia), Prof. Dr. Ketut Suastika SpPD-KEMD menyarankan pasien diabetes melakukan pemeriksaan HbA1c setiap tiga bulan sekali.

“Nilai HbA1c pasien diabetes sebaiknya di bawah 7 persen. Pemeriksaan HbA1c sudah di-cover BPJS di fasilitas kesehatan tingkat dua. Tetapi sayangnya fasilitas untuk tes HbA1c belum merata di semua daerah. Kendala lain pemeriksaan HbA1c adalah harganya relatif mahal, di rumah sakit swasta mungkin sekitar Rp200.000,” paparnya.

Baca juga: Gejala Kadar Gula Darah Tinggi walau Tak Punya Diabetes

Meskipun pemeriksaan HbA1c memang salah satu hal penting dalam penatalaksanaan diabetes, tetapi belum menjadi alat wajib di Puskesmas di Indonesia.

Alasannya adalah efisiensi dan efektivitas alat terkait harga yang mahal dan ketersediaan SDM yang mampu mengoperasionalkannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X