Kompas.com - 18/10/2019, 20:23 WIB

KOMPAS.com - Mengonsumsi suplemen vitamin memang dapat membantu meningkatkan kesehatan.

Namun, setiap suplemen harus dikonsumsi sesuai kebutuhan tubuh. Pasalnya, terlalu banyak mengonsumsi vitamin justru bisa berbahaya bagi tubuh.

Sebuah studi baru, yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Network Open, menunjukkan hubungan antara efek vitamin B-6 dan B-12 dan risiko patah tulang pinggul. Para peneliti menganalisis data dari 75.864 wanita pascamenopause.

Tim peneliti menghabiskan 20 tahun untuk mengamati kesehatan, diet, dan asupan suplemen para peserta.

Baca juga: Cara Mudah Jaga Kesehatan Otak Tanpa Konsumsi Suplemen

Mereka juga memertimbangkan kegiatan rekreasi para wanita, obat-obatan, kebiasaan merokok, dan indeks massa tubuh (BMI).

Selama penelitian, tercatat ada lebih dari 2.300 kasus patah tulang pinggul. Semua cedera ini tidak terjadi karena trauma besar, seperti kecelakaan kendaraan, atau kanker.

Menariknya, para wanita yang muncul dengan patah tulang pinggul ini melaporkan bahwa mereka mengasupan vitamin B dosis tinggi.

Mereka yang mengonsumsi vitamin B-6 dan B-12 memiliki risiko patah tulang hampir 50 persen lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang mengasup suplemen dosis rendah.

Menurut para peneliti, risiko ini lebih tinggi ketika wanita mengonsumsi vitamin jauh melebihi dari dosis yang disarankan.

Namun, mereka mencatat bahwa mereka belum menemukan bagaimana pastinya vitamin B-6 dan B-12 secara langsung menyebabkan patah tulang.

Meski demikian, tim peneliti meyakini efek samping dari mengonsumsi B-6 dengan dosis yang tinggi berkontribusi pada masalah tulang pinggul.

Baca juga: Suplemen: Kepercayaan atau Kebutuhan?

Para ahli kesehatan juga mengatakan, vitamin dosis tinggi dapat menyebabkan gejala neurologis, seperti ataksia (gangguan gerakan tubuh yang disebabkan oleh otak) dan penurunan tonus otot (kontraksi otot).

Orang-orang yang mengalami gejala-gejala tersebut, kemudian cenderung terluka karena jatuh, yang mana hal itu dapat merusak pinggul mereka.

Para peneliti juga mengatakan, terlalu banyak vitamin B-6 dalam tubuh dapat mempercepat keropos tulang dengan menangkal pengaruh modulasi estrogen pada reseptor steroid.

Penelitian saat ini adalah yang pertama dari jenisnya untuk fokus pada interaksi antara vitamin B-6, vitamin B-12, dan patah tulang pinggul.

Menurut para peneliti, masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk lebih memahami hubungan antara asupan vitamin tinggi dan risiko cedera.

"Meskipun kami mengakui keterbatasan desain kohort kami, temuan di sini menambah literatur yang menunjukkan bahwa kehati-hatian harus digunakan dalam asupan suplemen vitamin ketika tidak ada kekurangan yang jelas dalam tubuh," kata para peneliti.

Baca juga: Suplemen Tidak Bisa Mencegah dan Mengobati Penyakit

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.