Kompas.com - 21/10/2019, 18:20 WIB
Ilustrasi. shutterstockIlustrasi.

5. Minta anak untuk bernapas melalui mulut.

5. Pencet bagian cuping hidung selama 10 menit. Jika Anda memencetnya terlalu sebentar, kemungkinan darah akan keluar lagi.

6. Beri kompres dingin di pangkal hidungnya.

7. Setelah perdarahan berhenti, beri tahu anak untuk tidak mengorek hidungnya dan membuang ingus terlalu kencang. Ini akan memerbaiki pembuluh darah yang rusak.

Baca juga: Psoriasis, Selebgram Olivia Lazuardy Bangun Tidur Berdarah-darah

Sebaiknya segera ke dokter jika anak:

1. Sering mimisan

2. Memasukkan sesuatu ke hidungnya dan orangtua tidak bisa mengeluarkannya.

3. Selain di hidung, ada pendarahan dari tempat lain seperti dari luka pada gusi.

4. Orangtua curiga mimisan karena efek samping obat atau terjadi setelah minum obat tertentu.

5. Darah yang keluar sangat banyak, sehingga anak lemas atau pusing.

6. Mimisan terjadi setelah kepala anak terbentur sangat keras.

7. Pendarahan tidak juga berhenti setelah menekan hidungnya selama 10 menit.

Baca juga: Tes Darah Bisa Deteksi Kanker Ovarium Dua Tahun Lebih Awal

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X