Gaji Turun? Hati-hati, Bisa Sebabkan Penurunan Kinerja Otak

Kompas.com - 21/10/2019, 22:57 WIB
Ilustrasi stres karena pekerjaan yang terlalu padat grinvalds/ThinkstockIlustrasi stres karena pekerjaan yang terlalu padat

KOMPAS.com - Setiap karyawan tentu mengharapkan kenaikan gaji. Ini akan membangkitkan rasa bahagia dan semangat dalam diri.

Begitu pula sebaliknya, ketika mereka justru mengalami pemotongan gaji atau penurunan pendapatan, kemungkinan akan menyebabkan penurunan kinerja otak. Selanjutnya, tentu dapat menyebabkan masalah dalam pengambilan keputusan.

Sebuah studi baru, yang diterbitkan dalam jurnal Neurology, menunjukkan bahwa penurunan 25 persen atau lebih dalam pendapatan tahunan dapat menimbulkan perubahan pada otak orang dewasa muda hingga mereka mencapai usia paruh baya. Temuan ini didapat dari analisis data dari 3.287 orang di AS.

Studi ini diikuti para peserta selama lebih dari 30 tahun, termasuk pada saat resesi pada akhir 2000-an, ketika banyak orang mengalami ketidakstabilan finansial. Semua peserta mengikuti studi ini pada usia antara 23 dan 35 tahun.

Baca juga: Viral Fresh Graduate Tolak Gaji Rp 8 Juta, Ini Kata Pakar

Para peneliti juga meminta setiap peserta untuk melaporkan pendapatan rumah tangga sebelum dipotong pajak tahunan mereka, setiap tiga hingga lima tahun selama penelitian.

Data memungkinkan tim untuk memonitor penurunan pendapatan dan persentase perubahan pendapatan antara 1990 dan 2010.

Setelah mengumpulkan informasi tentang pendapatan, para peneliti kemudian memberikan peserta tes berpikir dan memori yang berfokus pada keterampilan berpikir mereka.

Hasil menunjukkan, bahwa orang-orang yang mengalami penurunan pendapatan menemukan kesulitan untuk menyelesaikan tugas dibandingkan dengan mereka yang tidak ada penurunan pendapatan.

"Volatilitas (besaran perubahan harga yang menunjukan fluktuasi pasar dalam satu periode tertentu) pendapatan berada pada tingkat rekor sejak awal 1980-an dan ada bukti yang berkembang bahwa itu mungkin memiliki efek pada kesehatan," kata Adina Zeki Al Hazzouri, penulis studi senior dan asisten profesor epidemiologi di Columbia Mailman School of Public Health.

Baca juga: 6 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Minta Kenaikan Gaji

"Hasil kami memberikan bukti bahwa volatilitas pendapatan yang lebih tinggi selama tahun-tahun puncak penghasilan, terkait dengan penuaan otak yang lebih buruk di usia paruh baya."

Para peneliti juga memerhitungkan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi keterampilan berpikir para peserta, termasuk tingkat pendidikan, aktivitas fisik, merokok, dan tekanan darah tinggi. Dari semua itu, efek negatif dari penurunan pendapatan tetap ada.

Pemindaian otak dengan MRI juga menunjukkan, orang-orang yang mengalami penurunan pendapatan tahunan mereka memiliki volume otak total yang lebih kecil dan konektivitas yang berkurang di otak. Perubahan ini terjadi dalam 20 tahun.

Para peneliti mengatakan, penurunan pendapatan berpotensi menyebabkan perubahan dalam keterampilan berpikir dan kesehatan otak, karena orang yang terkena dampak memiliki akses yang lebih rendah ke layanan kesehatan atau mengembangkan perilaku yang tidak sehat, seperti merokok dan minum.

Tim ini bertujuan melihat studi lain, untuk memahami bagaimana faktor-faktor sosial dan finansial dapat memengaruhi penuaan otak.

Baca juga: Berapa Gaji Ratu Elizabeth Selama Memimpin Kerajaan Inggris?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X