Kompas.com - 21/10/2019, 23:41 WIB

KOMPAS.com - Ketika kamu tak mampu lagi menahan sakit kepala, salah satu hal yang bisa kamu lakukan adalah minum obat untuk meredakan sakitnya. Tapi, bagaimana jika obat yang kamu temukan sudah kedaluwarsa?

Sejak undang-undang disahkan pada tahun 1979, produsen obat-obatan diharuskan untuk mencantumkan tanggal kedaluwarsa pada produk mereka.

Tanggal kedaluwarsa adalah tanggal di mana produsen masih dapat menjamin potensi maksimal dan keamanan obat.

"Tanggal kedaluwarsa adalah bagian penting untuk mengetahui apakah produk tersebut aman untuk digunakan dan akan bekerja sebagaimana yang dimaksud," kata Ilisa Bernstein, Pharm.D., JD, Wakil Direktur Office of Compliance di FDA’s Center for Drug Evaluation and Research.

Baca juga: Puskesmas Beri Ibu Hamil Obat Kedaluwarsa, Apa Bahayanya jika Dikonsumsi?

Apakah mengonsumsi obat kedaluwarsa berbahaya?

Produk medis atau obat kedaluwarsa dapat menjadi kurang efektif atau berisiko, karena adanya perubahan komposisi kimia yang bisa mengurangi manfaatnya.

Obat kedaluwarsa tertentu berisiko menjadi tempat bertumbuhnya bakteri. Bahkan, antibiotik mungkin dapat gagal mengobati infeksi.

Tak hanya itu, bukan tak mungkin antibiotik kedaluwarsa akan menyebabkan resistensi antibiotik dan menyebabkan penyakit yang lebih serius.

"Setelah tanggal kedaluwarsa telah berlalu, tidak ada jaminan bahwa obat tersebut akan aman dan efektif," kata Bernstein.

"Jika obat telah melewati tanggal kedaluwarsa, jangan pernah mengonsumsinya lagi," lanjutnya.

Obat kedaluwarsa bukan saja berbahaya untuk orang yang memang diresepkan oleh dokter untuk mengonsumsinya, tapi juga bisa membahayakan anak dan anggota keluarga lain yang tak sengaja mengonsumsinya.

Sebab itulah, sebaiknya buang semua obat yang telah melewati tanggal kedaluwarsa yang tercantum pada kemasan.

Baca juga: Fakta di Balik Tanggal Kedaluwarsa Pada Makanan

 

Apa yang harus dilakukan dengan obat-obatan kedaluwarsa?

Baca label obat dan ikuti petunjuk pembuangan khusus yang tertera. Jika produsen menyediakan program pengembalian untuk produknya yang sudah kedaluwarsa atau kemasannya rusak atau bermasalah, lebih baik kembalikan obat tersebut ke produsen.

Jika obat kedaluwarsa akan berakhir di tempat sampah, ada baiknya obat dihancurkan terlebih dulu, agar tak disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab.

Simpan obat dengan cara yang benar

Cara dan tempat penyimpanan yang tepat, adalah salah satu cara untuk membantu memastikan obat-obatan akan tetap aman dan efektif hingga tanggal kedaluwarsa tiba.

Pastikan untuk membaca label untuk melihat apakah ada petunjuk penyimpanan khusus untuk obat tersebut.

Pasalnya, obat-obatan tertentu harus disimpan dalam lemari es, sedangkan yang lainnya tidak dapat terkena suhu tinggi.

Penyimpanan yang tidak tepat, seperti misalnya disimpan di tempat yang lembab, dapat menyebabkan penurunan efektivitas obat sebelum tanggal kedaluwarsanya.

Umumnya, obat-obatan harus disimpan di tempat yang sejuk dan kering.

Baca juga: Cara Aman Membuang Obat Kedaluwarsa

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.