Bagaimanakah Cara Paling Sehat Memasak Daging

Kompas.com - 22/10/2019, 20:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

Metode ini sangat populer karena dapat membuat rasa daging lebih enak, terutama steak dan burger.

Walau begitu, metode memanggang ini dapat menghasilkan terbentuknya zat-zat berbahaya dalam makanan.

Ketika daging dipanggang atau dibakar dalam suhu tinggi, daging akan meleleh dan menetes ke dalam panggangan. Hal ini dapat menciptakan komponen beracun yang disebut PAH (polycylic aromatic hydrocarbons) yang dapat naik dan meresap ke daging.

Zat berbahaya lain yang terbentuk dalam proses memasak ini adalah advanced glycation end product (AGEs) yang memicu sejumlah penyakit, termasuk jantung, ginjal, dan penuaan kulit.

Baca juga: 5 Ide Memasak Daging Kurban Selain Gulai dan Sate

Merebus
Walau durasi masak yang dipakai lebih lama dibanding metode memasak lain, tetapi suhunya lebih rendah. Metode memasak dalam suhu lebih rendah dapat mencegah terbentuknya AGEs.

Biasanya metode ini dipakai untuk memasak daging unggas dan ikan.

Kekurangan dari metode ini adalah dalam durasi memasak yang lama, dapat menyebabkan nutrisi penting di dalamnya berkurang.

Menumis
Daging yang ditumis biasanya sudah dipotong tipis dan dimasak di atas wajan dengan minyak sedikit dan terus diaduk.

Walau metode ini memakai suhu tinggi, tetapi durasi masaknya relatif singkat, sehingga daging tetap lembut.

Teknik masak ini juga dapat mencegah terbuangnya nutrisi serta tidak membuat kolesterol dalam lemak daging teroksidasi seperti metode masak lainnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X