Kompas.com - 23/10/2019, 16:02 WIB
Editor Wisnubrata

Susu peninggi badan yang terbuat dari susu sapi bukan hanya meningkatkan pertumbuhan tulang, namun juga menguatkannya. Hal ini berkaitan dengan kandungan kalsium, fosfor, dan potasium yang memang berfungsi menguatkan dan menyehatkan tulang.

Tak kurang dari 99 persen kandungan susu disimpan di tulang dan gigi sehingga efek susu sapi ini dapat langsung dirasakan.

Rajin minum susu semasa muda juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit tulang seperti osteoporosis di masa tua.

Apakah ada cara lain meninggikan badan selain minum susu peninggi badan?

Tidak dipungkiri bahwa ada orang yang memiliki intoleransi terhadap protein sehingga tidak dapat mengonsumsi susu peninggi badan yang terbuat dari susu sapi ini.

Jika kamu salah satunya, jangan kecewa karena minum susu peninggi badan hanyalah salah satu alternatif untuk mengoptimalkan tinggi badan.

Pada dasarnya, cara mengoptimalkan pertumbuhan, termasuk memastikan tulang tumbuh dengan normal, antara lain:

  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang kaya akan protein: selain pada susu peninggi badan, protein juga bisa didapat dari telur, unggas (ayam atau burung), daging, susu kedelai (atau olahan kedelai lain seperti tahu dan tempe), serta tanaman polong-polongan.
  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung vitamin D dan kalsium: misalnya bayam, keju, yogurt, ikan sarden, salmon, hati sapi, kuning telur, atau makanan terfortifikasi (oatmeal dan sereal).
  • Tidak merokok dan menerapkan pola hidup sehat juga dapat mengoptimalkan pertumbuhan badan.

Tidak ada olahraga yang dapat meninggikan badan secara signifikan, sekalipun kamu mungkin pernah mendengar klaim olahraga tertentu, seperti berenang. Namun olahraga dapat mengoptimalkan hormon pertumbuhan.

Artinya, kamu tetap dapat berolahraga secara rutin untuk meningkatkan massa tulang agar lebih padat dan tidak rawan keropos atau patah.

Sebaliknya, olahraga tertentu seperti angkat berat juga tidak akan menghambat pertumbuhan tulang. Namun, pertumbuhan tinggi badan memang dapat terhambat jika seseorang menderita cedera akibat olahraga ini, misalnya ketika piringan di antara dua tulang belakang terjepit dan berkembang menjadi hernia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Sumber


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.