Kompas.com - 23/10/2019, 16:02 WIB
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Minum susu kerap diasosiasikan sebagai salah satu cara meninggikan badan. Bahkan, sudah banyak terdapat iklan susu peninggi badan yang diklaim bisa membantu kita mencapai tinggi yang ideal.

Namun, benarkah minum susu merupakan cara efektif dalam meninggikan badan?

Perlu diketahui bahwa faktor terbesar yang memengaruhi tinggi badan adalah gen (60-80 persen). Jadi jika orangtua kamu memiliki tinggi menjulang, kemungkinan besar kamu akan memiliki postur yang sama, begitu pula sebaliknya.

Faktor nutrisi, seperti meminum susu peninggi badan, juga dapat memengaruhi postur dengan persentase 20-40 persen saja. Namun dengan memaksimalkan faktor nutrisi ini, tinggi badan dapat mencapai potensi terbaiknya.

Baca juga: Bisakah Menambah Tinggi Badan Saat Sudah Dewasa?

Benarkah susu peninggi badan efektif meninggikan badan?

Susu peninggi badan yang beredar di pasaran pada dasarnya merupakan susu sapi. Susu ini memang kaya akan nutrisi (termasuk vitamin, mineral, protein, lemak sehat, dan antioksidan yang berguna bagi kesehatan.

Kandungan spesifik susu peninggi badan berbeda-beda, tergantung komposisi lain yang ditambahkan pada susu dan cara pengolahannya. Namun, 1 gelas susu sapi (244 gram) pada umumnya memiliki kandungan sebagai berikut:

  • 146 kalori
  • 8 gram protein
  • 8 gram lemak
  • 28% kebutuhan harian kalsium
  • 24% kebutuhan harian vitamin D
  • 26% kebutuhan harian riboflavin (B2)
  • 18% kebutuhan harian vitamin B12
  • 10% kebutuhan harian potassium
  • 22% kebutuhan harian fosfor
  • 13% kebutuhan harian selenium

Pertanyaannya kemudian, benarkah nutrisi dalam susu peninggi badan ini efektif meninggikan badan? Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari University of Bristol, Inggris, mengonsumsi susu sapi memang dapat membuat tulang kaki tumbuh lebih panjang.

Fakta ini berkaitan dengan kandungan protein yang terdapat di dalam susu sapi. Susu sapi merupakan sumber protein yang komplet karena mengandung semua (sembilan) asam amino yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh secara optimal.

Terdapat dua jenis protein yang paling banyak ditemukan pada susu sapi, yakni casein (80 persen) dan whey protein (20 persen). Keduanya merupakan protein kualitas tinggi yang sangat baik bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk mengoptimalkan pertumbuhan tulang.

Baca juga: Seberapa Besar Faktor Keturunan Memengaruhi Tinggi Badan Anak?

Susu peninggi badan yang terbuat dari susu sapi bukan hanya meningkatkan pertumbuhan tulang, namun juga menguatkannya. Hal ini berkaitan dengan kandungan kalsium, fosfor, dan potasium yang memang berfungsi menguatkan dan menyehatkan tulang.

Tak kurang dari 99 persen kandungan susu disimpan di tulang dan gigi sehingga efek susu sapi ini dapat langsung dirasakan.

Rajin minum susu semasa muda juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit tulang seperti osteoporosis di masa tua.

Apakah ada cara lain meninggikan badan selain minum susu peninggi badan?

Tidak dipungkiri bahwa ada orang yang memiliki intoleransi terhadap protein sehingga tidak dapat mengonsumsi susu peninggi badan yang terbuat dari susu sapi ini.

Jika kamu salah satunya, jangan kecewa karena minum susu peninggi badan hanyalah salah satu alternatif untuk mengoptimalkan tinggi badan.

Pada dasarnya, cara mengoptimalkan pertumbuhan, termasuk memastikan tulang tumbuh dengan normal, antara lain:

  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang kaya akan protein: selain pada susu peninggi badan, protein juga bisa didapat dari telur, unggas (ayam atau burung), daging, susu kedelai (atau olahan kedelai lain seperti tahu dan tempe), serta tanaman polong-polongan.
  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung vitamin D dan kalsium: misalnya bayam, keju, yogurt, ikan sarden, salmon, hati sapi, kuning telur, atau makanan terfortifikasi (oatmeal dan sereal).
  • Tidak merokok dan menerapkan pola hidup sehat juga dapat mengoptimalkan pertumbuhan badan.

Tidak ada olahraga yang dapat meninggikan badan secara signifikan, sekalipun kamu mungkin pernah mendengar klaim olahraga tertentu, seperti berenang. Namun olahraga dapat mengoptimalkan hormon pertumbuhan.

Artinya, kamu tetap dapat berolahraga secara rutin untuk meningkatkan massa tulang agar lebih padat dan tidak rawan keropos atau patah.

Sebaliknya, olahraga tertentu seperti angkat berat juga tidak akan menghambat pertumbuhan tulang. Namun, pertumbuhan tinggi badan memang dapat terhambat jika seseorang menderita cedera akibat olahraga ini, misalnya ketika piringan di antara dua tulang belakang terjepit dan berkembang menjadi hernia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.