Unsur Simetri Seniman Tionghoa dalam Koleksi Busana Muslim Kekinian

Kompas.com - 28/10/2019, 13:12 WIB
Koleksi busana rancangan desainer Lala Hanafi yang bertajuk Duichen di gelaran Jakarta Fashion Week 2020, Sabtu (26/10/2019). Dok. Lala HanafiKoleksi busana rancangan desainer Lala Hanafi yang bertajuk Duichen di gelaran Jakarta Fashion Week 2020, Sabtu (26/10/2019).
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Istilah ' modest wear' dalam beberapa waktu terakhir seperti sedang naik daun. Modest wear sendiri mengacu pada gaya berbusana yang sopan dan tertutup.

Di Indonesia, modest wear juga banyak dimanfaatkan sebagai busana muslim oleh para perempuan berkerudung.

Para desainer yang meluncurkan koleksi modest wear pun rajin malang melintang di panggung gelaran mode.

Salah satunya adalah desainer Lala Hanafi dengan label LH dan koleksi bertajuk "Duichen" yang melenggang di atas panggung Jakarta Fashion Week 2020 akhir pekan kemarin.

Koleksi busana rancangan desainer Lala Hanafi yang bertajuk Duichen di gelaran Jakarta Fashion Week 2020, Sabtu (26/10/2019).Dok. Lala Hanafi Koleksi busana rancangan desainer Lala Hanafi yang bertajuk Duichen di gelaran Jakarta Fashion Week 2020, Sabtu (26/10/2019).
Koleksi Hanafi terinspirasi dari lukisan karya seniman Tiongkok, Lu Jianjun pada 1960. Lu Jianjun meyakini bahwa simetri dapat merepresentasikan keseimbangan dan keabadian yang memberikan keharmonisan dan keindahan bagi umat manusia.

Duichen sendiri diambil dari Bahasa Mandarin yang artinya "simetri".

Meski begitu, busana-busana yang ditampilkan Hanafi justru tampak asimetris. Seperti outer bermotif yang memiliki bentuk kelepak yang berbeda pada sisi kanan dan kiri atau kemeja yang memiliki panjang berbeda di kedua sisi.

Namun Hanafi meyakini, keseimbangan simetris tidak selalu harus terlihat identik, tetapi bisa juga terlihat seimbang ketika setiap segmen tata letak memiliki jumlah dan konfigurasi yang kira-kira sama. 

Koleksi busana rancangan desainer Lala Hanafi yang bertajuk Duichen di gelaran Jakarta Fashion Week 2020, Sabtu (26/10/2019).Dok. Lala Hanafi Koleksi busana rancangan desainer Lala Hanafi yang bertajuk Duichen di gelaran Jakarta Fashion Week 2020, Sabtu (26/10/2019).
“Dengan menerapkan hal ini ke dalam busana, setiap look akan terlihat lebih kasual, dinamis, dan tidak monoton,” katanya.

Unsur syar'i dari koleksi ini tetap terjaga. Misalnya dari pilihan potongan longgar dan busana yang dibuat berlayer sehingga tidak membentuk badan.

Meski tampak berlapis-lapis, Hanafi menjaga busananya tetap nyaman ketika digunakan dengan memilih bahan-bahan yang nyaman di tubuh. Di antaranya linen, woll, denim, hingga sutra alami.

“Kami fokus dalam mendesain dan menciptakan pakaian muslimah yang nyaman dipakai dengan model yang cantik dan elegan serta in line dengan perkembangan zaman, tetapi tetap Islami,” tuturnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X