Kompas.com - 29/10/2019, 08:31 WIB

Dia menyebut, jika putus cinta terjadi pada suasana hati yang menyakitkan, ada baiknya untuk menahan diri dari komunikasi apa pun.

"Putus cinta memberi dampak neuropsikologis pada kita, dengan level yang sama dengan penarikan obat-obatan."

"Jadi, mengirim pesan sama dengan pergi ke bar ketika kamu ingin mabuk," kata dia.

Ketika kamu melihat-lihat media sosial dan beberapa berita tentang mantanmu membuat syok, kamu mungkin tergoda untuk mengirimkan pesan.

Ya, pesan untuk memenuhi rasa penasaran alih-alih rasa bahagia terhadap kehidupan mantanmu saat ini.

Baca juga: Pernikahan Tanpa Seks? Mungkin Ini yang Terjadi...

Jika kasusnya seperti itu, maka lebih baik tidak mengirimkan pesan.

Sebab, langkah tersebut akan membuatmu masuk kembali ke dalam dinamika hubungan atau terpicu dalam emosi negatif, meski hanya lewat pesan singkat.

Ingatlah, kamu sudah tidak memiliki hubungan dengan orang tersebut. Sehingga, melindungi hatimu harus menjadi prioritas.

Namun, ada pula orang yang tetap memberi perhatian meski sudah putus dengan mantan kekasih.

Mereka seperti menginvestasikan waktu dan energi untuk mendukung kesuksesan satu sama lain.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.