Kompas.com - 29/10/2019, 08:31 WIB

KOMPAS.com - Komunikasi dengan mantan kekasih seringkali menjadi hal yang rumit.

Bahkan, ketika proses berakhirnya hubungan terjadi dengan baik-baik, terkadang kita masih ragu bagaimana menjalani komunikasi dengan mantan.

Termasuk ketika mengetahui mantan kekasih akan atau sudah melangsungkan pernikahan.

Banyak orang mungkin berpikir dan bertanya pada diri sendiri, "apakah aku perlu mengucapkan selamat?"

Pakar hubungan dan pekerja sosial klinis berlisensi, Dr. Darcy Sterling mengatakan, hal ini tergantung pada apa yang ada di benakmu ketika memikirkan akan mengirim pesan selamat.

Jika kamu masih memiliki perasaan pada dia, maka memberi ucapan selamat mungkin bukan pilihan yang tepat.

Apalagi, jika kamu merasa akan ada perubahan hubungan antara dirimu dan sang mantan di masa depan. Mengucapkan selamat bukan pilihan.

Baca juga: Traveling Lebih Membahagiakan Dibandingkan Hari Pernikahan

Di sisi lain, jika kamu cukup yakin bahwa mantan masih memiliki perasaan untukmu namun kamu tak ingin kembali, Sterling menyarankan untuk tidak mengirimi mereka pesan.

Jadi, pikirkan implikasinya terlebih dahulu sebelum mengirimkan pesan untuk si mantan.

Pakar hubungan dan penulis "Breaking Up & Bouncing Back", Samantha Burns juga mengungkapkan pandangannya.

Dia menyebut, jika putus cinta terjadi pada suasana hati yang menyakitkan, ada baiknya untuk menahan diri dari komunikasi apa pun.

"Putus cinta memberi dampak neuropsikologis pada kita, dengan level yang sama dengan penarikan obat-obatan."

"Jadi, mengirim pesan sama dengan pergi ke bar ketika kamu ingin mabuk," kata dia.

Ketika kamu melihat-lihat media sosial dan beberapa berita tentang mantanmu membuat syok, kamu mungkin tergoda untuk mengirimkan pesan.

Ya, pesan untuk memenuhi rasa penasaran alih-alih rasa bahagia terhadap kehidupan mantanmu saat ini.

Baca juga: Pernikahan Tanpa Seks? Mungkin Ini yang Terjadi...

Jika kasusnya seperti itu, maka lebih baik tidak mengirimkan pesan.

Sebab, langkah tersebut akan membuatmu masuk kembali ke dalam dinamika hubungan atau terpicu dalam emosi negatif, meski hanya lewat pesan singkat.

Ingatlah, kamu sudah tidak memiliki hubungan dengan orang tersebut. Sehingga, melindungi hatimu harus menjadi prioritas.

Namun, ada pula orang yang tetap memberi perhatian meski sudah putus dengan mantan kekasih.

Mereka seperti menginvestasikan waktu dan energi untuk mendukung kesuksesan satu sama lain.

Jika kasusnya seperti ini, maka kamu mungkin perlu memberinya ucapan selamat.

Meski begitu, Burns mengatakan, melewatkan ucapan selamat atas pernikahan mantan adalah hal yang wajar dilakukan.

"Tidak mengucapkan selamat tidak membuatmu tampak tak punya hati atau dingin. Ini hanya berarti kamu memprioritaskan dirimu sendiri dan pemulihan hatimu," kata dia.

Kamu tak perlu khawatir jika mantanmu akan memikirkan apakah kamu akan mengucapkan selamat atau tidak.

Baca juga: Dua Modal yang Harus Dimiliki demi Pernikahan Langgeng dan Bahagia

Setelah putus cinta, emosi dirimu sendiri harus menjadi prioritas.

"Melihat mantan kekasih melalui hari besarnya dan pura-pura tidak peduli bisa menjadi hal yang berat."

"Namun, kadang kali mencoba dekat bisa memberi dampak berbahaya daripada dampak baik," kata Burns.

Yang juga perlu diingat, sebelum mengucapkan selamat, pastikan mengetahui dengan detil apa yang sedang mereka rayakan.

Sebab memberi ucapan selamat ketika mantan bertunangan atau menikah berbeda dengan jika mereka mendapatkan pekerjaan baru atau lulus sekolah.

Jadi, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan sebelum mengucapkan selamat.

Seperti mempertimbangkan pasangannya atau pasanganmu saat ini. Lalu, apakah kamu memiliki perasaan ingin "balikan" dengan sang mantan.

Atau, kamu benar-benar ingin menjadi teman saja, dan sederet pertanyaan lainnya.

Lepas dari itu, jika kamu ingin mengucapkan selamat, Sterling menyarankan untuk melakukannya secara sederhana, langsung dan tanpa unsur rayuan atau pesan-pesan banyak arti.

Baca juga: Romantisme Barack Obama dan Istri di Ulang Tahun Pernikahan...

Jika tidak, maka kamu berpotensi membangun drama.

"Pikirkan juga apakah kamu akan kesal jika mereka tidak merespons, dan tanyakan pada dirimu apakah langkah itu akan membuatmu lebih terpuruk atau tidak," kata dia.

Namun, setiap hubungan memiliki keunikan, termasuk perilaku setelah putus.

Hanya saja, jangan lupa untuk terus memikirkan implikasi dari langkah-langkah yang kita ambil dan lakukan yang menurutmu paling baik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.