BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Verde Two

Ngeri! Bahaya Polusi Udara Juga Mengintai di Apartemen

Kompas.com - 30/10/2019, 09:04 WIB
Ilustrasi polusi udara dalam ruangan SHUTTERSTOCKIlustrasi polusi udara dalam ruangan

KOMPAS.com – Di kota-kota besar, seperti Jakarta, apartemen menjadi salah satu pilihan hunian di tengah terbatasnya lahan tempat tinggal.

Apartemen dianggap dapat mendukung gaya hidup masyarakat urban karena lokasinya cukup strategis dengan kemudahan akses menuju berbagai lokasi.

Selain itu, seperti diberitakan Kompas.com, Sabtu (1/6/2019), ketika tinggal di apartemen penghuni akan terakomodasi dengan berbagai fasilitas, seperti kolam renang, pusat kebugaran, listrik, serta air.

Baca juga: Mana yang Terbaik, Tinggal di Apartemen atau Rumah?

Soal keamanan, tinggal di apartemen cukup terjamin karena dilengkapi dengan sistem canggih dan personil keamanan profesional. Tak lupa, kebersihan serta perawatan gedung juga dilakukan pengembang secara rutin.

Sayangnya, meski sudah dirawat dan dibersihkan secara rutin, udara apartemen belum tentu bebas dari paparan polusi udara.

Bagaimana polusi udara bisa mencemari ruang tinggal?

Polusi udara dari luar ruangan bisa menyusup ke dalam ruangan apartemen melalui ventilasi serta jendela terbuka.

Polutan-polutan tersebut kemudian menempel di lantai hingga perabot rumah tangga dan dapat terhirup, masuk ke dalam tubuh.

Karena itu, kegiatan membuka jendela setiap hari agar udara sehat dan bersih bisa masuk ke dalam ruangan tidak lagi relevan.

Selain ventilasi, polutan di ruangan dapat bersumber dari asap rokok, material bangunan, hingga perabot rumah tangga.

Melansir artikel di laman theguardian.com, Senin (20/2/2017), umumnya polusi udara terdiri dari empat polutan utama, yakni particulate matter (PM), ozon, nitrogen dioksida, dan sulfur dioksida.

PM merupakan campuran partikel padat dan cair yang tersuspensi di udara. Salah satu polutan yang paling banyak memengaruhi kesehatan manusia adalah PM2.5.

Pasalnya, partikel ini ukurannya lebih kecil dari 2.5 mikron (mikrometer) atau 1/30 diameter sehelai rambut manusia. Karena itu, PM2.5 dapat masuk dengan mudah ke dalam aliran darah, paru-paru, hingga sistem kardiovaskular.

Silent killer

Dalam jangka panjang, polusi udara yang terhirup dan masuk ke dalam tubuh dapat meningkatkan risiko penyakit-penyakit tidak menular, seperti stroke, kanker paru-paru, hingga penyakit jantung.

Sementara itu, dalam jangka pendek, polusi udara dapat menjadi salah satu penyebab gangguan kesehatan di kehidupan sehari-hari. Misalnya, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), gangguan saluran pernapasan (asma), hingga pneumonia atau paru-paru basah.

Inilah mengapa polusi udara dijuluki sebagai silent killer alias si pembunuh dalam senyap, karena dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan serius tanpa disadari pemilik tubuh.

Bahkan, data World Health Organization (WHO) pada 2018 memperkirakan 7 juta orang meninggal setiap tahun akibat polusi udara.

Tak hanya itu, sebuah studi dari Lancet Planetary Health tahun 2019 mengungkapkan, 4 juta anak-anak di dunia setiap tahunnya mengidap penyakit asma karena polusi udara dari kendaraan bermotor.

Penelitian itu menunjukan, peningkatan jumlah penderita asma pada anak banyak terjadi di wilayah-wilayah dengan tingkat pencemaran udara melebihi batas aman yang ditetapkan WHO.

Adapun, WHO telah menetapkan bahwa ambang batas aman paparan polutan harian adalah 25 mikrogram per meter kubik.

Mencegah efek buruk polusi udara

Untuk mencegah gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara di ruangan, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan.

Pertama, dengan rutin membersihkan ruangan apartemen, termasuk ventilasi dari debu menggunakan vacuum cleaner, sapu, atau pel.

Selanjutnya, pastikan tubuh menerima asupan air atau terhidrasi dengan baik sepanjang hari. Melansir Kompas.com, Kamis (25/7/2019), minum banyak air sangat disarankan untuk membilas racun dari tubuh.

Baca juga: 6 Tips Cegah Efek Buruk Polusi Udara pada Anak

Terakhir, dengan memastikan ruangan apartemen mendapatkan aliran udara bersih setiap waktu. Pasalnya, sama seperti di luar ruangan, udara dalam ruangan juga tidak luput dari paparan polusi udara.

Ventilasi udara, yang sering kali dianggap sebagai tempat pertukaran udara bersih, bisa menjadi sumber polusi. Sebabnya, udara kotor dari luar ruangan bisa masuk melalui lubang udara ini.

Ruang tengah Verde Two Monteverde Tower Ruang tengah Verde Two Monteverde Tower

Salah satu cara menjaga kualitas udara ruangan adalah dengan menggunakan pembersih udara (air purifier). Namun, solusi ini tidak disarankan dilakukan untuk jangka panjang. Sebab, jika ruangan selalu dalam kondisi tertutup, udara yang berputar dalam ruangan akan itu-itu saja.

Cara lainnya adalah tinggal di apartemen yang memiliki sistem sirkulasi udara baik, seperti apartemen Verde Two Monteverde Tower.

Apartemen di kawasan Kuningan Central Business District (CBD), Jakarta itu dilengkapi dengan sistem filtrasi ganda pertama di Indonesia.

Teknologi bernama High Indoor Air Quality dari Jepang itu mampu menghalau debu dan partikel halus polutan lebih kecil, seperti PM2.5 (Particular Matter 2.5) untuk menciptakan udara ruangan lebih bersih.

Tak hanya itu, teknologi filtrasi gandanya dapat menghasilkan suhu udara lebih nyaman, mencegah jamur dan kondensasi, hingga mengurangi bau apek. Dengan begitu, kebutuhan Anda akan hunian di tengah kota yang nyaman dan sehat dapat terpenuhi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya