Gaya Hidup Sehat untuk Kurangi Risiko Stroke, Apa Saja?

Kompas.com - 30/10/2019, 17:26 WIB
Ilustrasi Olahraga Lari SHUTTERSTOCKIlustrasi Olahraga Lari
Editor Wisnubrata

Sementara untuk stroke jenis lain, penurunannya adalah 47 persen pada perempuan dan 35 persen pada laki-laki.

Stroke merupakan gangguan pembuluh darah di otak. Penyakit ini bisa menyebabkan kelumpuhan, kecacatan, bahkan kematian.

Kebanyakan penderita stroke, 80 persen, ada di negara berkembang. Di Indonesia, stroke menjadi penyakit paling mematikan nomor dua setelah jantung.

Penderitanya terus meningkat dari 8,3 per 1000 penduduk pada 2007 menjadi 12,1 per 1000 penduduk pada 2013.

Baca juga: Hidup Sehat untuk Mencegah Stroke, Belajar dari Kasus Luke Perry

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo menyatakan terdapat enam juta penderita stroke di Indonesia. Jumlah itu bahkan enam kali lebih banyak dari total penduduk Brunei Darussalam.

Pola hidup sehat tidak hanya berpengaruh pada potensi stroke. Penelitan Chiuve dan rekan-rekannya mendapati, orang yang menjalani lima gaya hidup sehat di atas, mengalami penurunan risiko penyakit jantung koroner sampai 80 persen, dan diabetes sampai 90 persen.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X