Pemanis Bukan Cuma Gula, Kenali 7 Jenisnya

Kompas.com - 03/11/2019, 19:00 WIB
Beragam jenis gula ShutterstockBeragam jenis gula

KOMPAS.com – Konsumsi makanan atau minuman manis memang harus dibatasi, apalagi pada orang yang memiliki penyakit diabetes melitus. Sebagai alternatif gula, saat ini terdapat beragam pemanis pengganti gula yang rendah kalori.

Gula rendah kalori memungkinkan penderita diabetes mengonsumsi asupan manis tanpa memengaruhi kadar gula darah mereka. Produk gula ini juga bisa menjadi alternatif bagi orang yang ingin menjaga berat badannya.

Pemanis ini biasanya ditemui pada produk makanan dan minuman berkadar gula rendah atau berlabel diet. Walau begitu, tidak semua pemanis buatan itu aman untuk kadar gula darah.

Berikut adalah 7 jenis pemanis rendah kalori untuk penderita diabetes:

1. Stevia
Stevia adalah pemanis alami yang berasal dari tanaman Stevia rebaudiana. Untuk membuatnya, produsen akan mengekstrak komponen kimia yang disebut steviol glycosides dari daun tanaman.

Hasil akhir yang memiliki kualitas tinggi akan menghasilkan rasa manis 300 kali melebihi gula meja (sukrosa). Makanan dan minuman yang diberi pemanis ini jelas rendah kalori.

Walau begitu, stevia memberikan sedikit rasa pahit di lidah. Karena itu beberapa produsen menambahkan gula dan bahan-bahan lain untuk menyimbangkan rasanya. Kekurangan lain dari pemanis ini adalah harganya lebih mahal.

Menurut Food and Drug Administration (FDA), batas aman konsumsi stevia perhari adalah 4 miligram per kilogram berat badan. Sebagai contoh, pada orang dengan bobot 60 kg maka masih aman jika mengonsumsi 9 bungkus kecil stevia setiap hari.

Baca juga: 7 Hal yang Terjadi Saat Berhenti Mengonsumsi Pemanis Buatan

2. Tagatose
Ini merupakan bentuk dari fruktosa yang memiliki tingkat kemanisan 90 persen dibanding sukrosa ( gula pasir). Beberapa jenis buah seperti apel, jeruk, dan nanas secara alami mengandung tagatose.
Produsen biasanya menggunakan tagatose pada makanan untuk pemanis rendah kalori, memberikan tekstur, dan menstabilkan.

Beberapa penelitian menunjukkan, tagatose berpotensi bagi pasien diabetes karena memiliki indeks glikemik rendah. Ini berarti, makanan yang diberi tagatose tidak cepat menaikkan kadar gula darah.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X