5 Perilaku Remaja yang Harus Diperhatikan Orangtua

Kompas.com - 04/11/2019, 11:20 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi


KOMPAS.com - Anak remaja tak selalu datang ke orangtuanya ketika mereka menghadapi masalah, jadi agak sulit untuk mengetahui apakah sikap pendiam mereka karena sedang perlu bantuan atau bukan.

Membesarkan remaja memang harus siap menghadapi perubahan. Hari ini ia mau diajak menemani ke mal, besoknya ia bahkan tak mau terlihat oleh temannya sedang bersama orangtuanya.

Seringkali orangtua sulit membedakan apakah perilaku anak remajanya itu memang sifatnya atau ada sesuatu yang mengganggunya.

"Remaja merupakan periode perkembangan yang kompleks, jadi memang sulit untuk memastikan apakah anak sedang ada masalah. Tugas orangtua untuk menilai," kata Dana Dorfman Ph.D, yang sudah 25 tahun menjadi konselor anak dan orangtua.

Mengenali arti dari perilaku remaja akan membantu orangtua untuk memberikan dukungan dan tindakan yang tepat.

Berikut adalah 5 perilaku si remaja yang perlu diperhatikan orangtua:

1. Perubahan pola tidur
Pola tidur remaja memang berbeda dengan orang dewasa. Mereka secara alami ingin tidur larut malam dan bangun siang. Meski begitu, jika pola tidurnya berubah drastis selama beberapa minggu, itu merupakan tanda ia sedang depresi, insomnia, atau cemas.

Baca juga: Remaja Sulit Diatur? Coba Ubah Nada Suara Anda

2. Kehilangan minat pada aktivitas favoritnya
Hal yang normal jika anak ingin mengubah kegiatannya dari basket menjadi ikut klub drama, misalnya. Yang harus diwaspadai jika anak terlihat menarik diri dari kegiatan atau sekolahnya.

Menurut Dorfman, itu bisa menjadi gejala dari beberapa gangguan seperti depresi, kecemasan, gangguan bipolar, bullying, atau gangguan perilaku dan pemusatan perhatian yang belum terdiagnosis.

Ilustrasi remajashutterstock Ilustrasi remaja

3. Penggunaan zat berbahaya
Bila orangtua menemukan pil atau mencium alkohol dari nafas anak, kemungkinan besar ia memang menggunakan zat-zat berbahaya itu. Untuk menentukan apakah ia sudah kecanduan atau belum, dibutuhkan observasi dan diskusi dengan anak.

"Anak remaja memang senang mencoba-coba, tetapi jika ia terlihat sering menggunakannya, itu adalah tanda bahaya," kata konselor bidang pemulihan kecanduan, Janice Morgan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Parents
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X