Kasus Bunuh Diri di Kalangan Anak Muda Tinggi, Pahami Gejalanya

Kompas.com - 04/11/2019, 15:19 WIB
. SHUTTERSTOCK.

Untuk menekan kasus bunuh diri dan membantu anak muda ini, pihaknya akan melakukan penelitian besar-besaran terhadap siswa SMA dan mahasiswa di Bandung.

Penelitian ini nantinya akan dijadikan modul untuk intervensi pencegahan bunuh diri di kalangan SMA dan perguruan tinggi.

Veranita mengakui, anak muda sekarang cenderung lemah. Ada yang tidak tahan terhadap frustasi hingga tidak mampu problem solving.

“Indikatornya, anak tidak tahan terhadap tantangan, mudah frustasi."

Baca juga: Berkaca dari Sulli, Ini Cara Membantu Mereka yang Ingin Bunuh Diri

"Kalau mendapat tantangan baik di sekolah, pertemanan, keluarga, menghadapi konflik, mereka tidak mampu menyelesaikan, langsung stres,” kata Vera.

Seharusnya, ketika stres datang, seseorang harus bisa menghasilkan solusi dengan lebih berjuang. Tapi pada sebagian orang, mereka tidak mampu menyelesaikannya.

Pemicu sifat seperti ini antara lain datang dari pola asuh. Orangtua yang melatih anaknya kuat, mandiri, akan lebih tangguh menghadapi tantangan dalam hidupnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X