Mengapa Kita Senang Menikmati Rasa Takut?

Kompas.com - 04/11/2019, 22:57 WIB
Ilustrasi Halloween ShutterstockIlustrasi Halloween

KOMPAS.com - Suasana Halloween masih terasa, deretan dekorasi halloween dan kostum-kostum seram masih terlihat di beberapa tempat. Seakan banyak orang menikmati suasana seram itu.

Sebenarnya adakah alasan ilmiah mengapa kita menyambut hal-hal menyeramkan dan menakutkan? Atau mengapa kita tak pernah kapok menonton film horor, meski seringkali merasa ketakutan saat menontonnya?

Menurut para ahli, kecenderungan kita untuk condong ke hal-hal yang menakutkan mungkin disebabkan oleh "mekanisme deteksi agensi", yang merupakan bentuk reaksi "melawan atau lari" yang dapat meningkatkan gairah atau perhatian kita, atau bahkan keduanya.

Menurut psikolog Frank T. McAndrew, jika ada agen di luar sana yang berpotensi membahayakan kita, umumnya kita diprogram untuk berperilaku dengan cara tertentu, bahkan ketika ancaman tidak berhasil sama sekali.

Baca juga: 9 Cara Mengusir Rasa Takut yang Berlebihan

Menurut McAndrew, rasa menyeramkan ini adalah "kecemasan yang timbul oleh ambiguitas apakah ada sesuatu yang perlu ditakuti, atau oleh ambiguitas sifat ancaman yang tepat".

Tapi mengapa kita senang merasa takut? Terutama oleh film horor?

Menurut sosiolog Margee Kerr (yang berspesialisasi dalam ketakutan dan yang terlibat dalam studi VANE), itu karena kami melihatnya sebagai semacam euforia.

"Ketika kita berada di tempat yang aman, kita dapat menafsirkan respons ancaman itu seperti kita melakukan respons gairah tinggi seperti kegembiraan atau kebahagiaan. Respons itu dipicu oleh apa pun yang tidak terduga atau mengejutkan,” jelas Kerr.

“Tetapi ketika kita berada di tempat yang aman dan kita tahu itu, butuh kurang dari satu detik bagi kita untuk mengingat kita tidak benar-benar dalam bahaya. Kemudian kita beralih untuk menikmatinya. Ini semacam euforia. Itulah mengapa kamu melihat orang-orang beralih dari berteriak menjadi tertawa,” lanjutnya.

Ini seakan memberikan rasa pencapaian, karena pada dasarnya kita menekan diri kita sendiri dan kemudian berhasil melaluinya.

Slain itu, ini juga akan menjadi ikatan sosial yang baik karena ketakutan bersama dapat membentuk ingatan yang sangat kuat, sehingga orang dapat mengingatnya untuk waktu yang lama setelah itu.

Baca juga: Ada Parfum dengan Aroma Rasa Takut

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X