Jesica Fitriana Siapkan Fisik dan 5 Kostum di Ajang Miss Supranational

Kompas.com - 05/11/2019, 19:05 WIB
Puteri Indonesia Pariwisata 2019 Jesica Fitriana Martasari dalam jumpa pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (5/11/2019). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Puteri Indonesia Pariwisata 2019 Jesica Fitriana Martasari dalam jumpa pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (5/11/2019).

KOMPAS.com - Puteri Indonesia Pariwisata 2019 Jesica Fitriana Martasari bersiap mewakili Indonesia di ajang Miss Supranational 2019.

Jesica mengaku sudah mempersiapkan diri untuk tampil di kontes kecantikan yang diprakarsai oleh World Beauty Association tersebut.

“Jadi aku sudah melakukan persiapan yakni fisik, seperti berolahraga, jaga makanan, mental, dan juga wawasan seperti membaca berita isu terkini dunia.”

Hal itu diungkapkan Jesica saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (5/11/2019).

Di ajang tahunan ini, perempuan kelahiran Bogor, 31 Maret 1995 ini akan mengangkat isu tentang anak-anak yang terjangkit HIV/AIDS dari orangtuanya.

Baca juga: Kenali Mitos dan Fakta HIV/AIDS, Biar Tak Gampang Kasih Stigma

“Supaya break the stigma, agar mereka bisa mendapat kehidupan yang layak,” kata Jesica.

Selain mempersiapkan fisik, Jessica juga mempersiapkan kostum. Ada lima kostum yang akan ia kenakan untuk diperagakan di ajang tersebut.

Pertama adalah evening gown karya Diana M Putri. Gaun ini mengangkat kain tenun NTT dengan desain yang modern.

Gaun dengan warna-warna tanah itu dihiasi dengan batu-batuan berkilauan yang kemudian dipadukan dengan kain tenun NTT pada bagian bawah.

Berikutnya, Jesica juga akan mengenakan cocktail berwarna biru cobalt dengan belahan tinggi karya Aditya Dwi Cahya.

Di bagian dalam gaun ini, Jesica mengenakan kemben berwarna nude dengan aksen payet berkilauan dan celana pendek berwarna senada.

Sentuhan etnik dengan menambahkan kain tenun sebagai obi.

Baca juga: Jangan Mencuci Kain Tenun dengan Deterjen, Ini Cara yang Tepat

Ada pula koleksi dari Tommy Pancamurti, dan kebaya karya Anne Avantie.

Lalu, kostum nasional khas Sumatera Utara karya Intan Ayundavira dari Jember Fashion Carnival dengan tema The Precious Boru ni Raja.

Karantina akan berlangsung selama dua minggu di Polandia, 18 November 2019. Grand Final akan digelar pada 6 Desember di MCK International Congres Katowice, Polandia.

Terkait kompetisi ini, Jesica mengaku cuma ingin melakukan yang terbaik.

Cuman aku mau percaya diri, mau enjoy aja di kompetisinya, dan enggak mau terlalu ambisius atau bagaimana."

"Hasil dari Tuhan, cuman aku akan melakukan yang terbaik,” ungkap Jesica.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X