Kreasi Seni Patung Telanjang "Ditutup" Celana Dalam, UNESCO Minta Maaf

Kompas.com - 06/11/2019, 12:50 WIB
. REPRO BIDIK LAYAR VIA @imom_inmemoryofme.

KOMPAS.com - Lembaga PBB untuk bidang pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan UNESCO akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada seorang pematung Perancis setelah terjadi kesalahpahaman.

Secara sepihak, staf UNESCO memasangkan pakaian dalam pada patung telanjang karya seniman bernama Stephane Simon.

Simon mengaku kaget saat mendapat buah karyanya yang dipajang di Paris dalam rangka European Heritage Days yang digagas UNESCO, sudah ditutup dengan pakaian dalam. 

Baca juga: Patung Cupid Supreme Berukuran Kecil Dibanderol Rp 64 Juta

Ekshibisi "In Memory of Me" karya Simon menampilkan patung-patung bergaya Yunani klasik yang dibuat seolah-olah sedang memotret selfie dengan smartphone.

Kepada CNN seperti dikutip dari laman UPI, Simon menyebut insiden tersebut amat mempermalukannya sebagai pekerja seni. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by A new gestures directory (@imom_inmemoryofme) on Nov 1, 2019 at 3:46am PDT

"Saya merasa dipermalukan, saya sangat sedih melihat karya dan riset selama bertahun-tahun dihancurkan," ungkap dia. 

"Dalam dua hari pertunjukkan, banyak pengunjung yang lantas mendatangi saya dan bertanya, 'kenapa kamu melakukan itu?'," sebut Simon.

Baca juga: Patung Moon Man Bertanda Tangan Pharrell Williams Dijual Rp 4 Juta

"Tapi saya lalu menjawab, itu bukan pilihan saya," sambung dia. 

Foto salah satu patung karya Stephane Simon yang ditutupi dengan celana dalam diunggah ke jejaring media sosial Instagram.REPRO BIDIK LAYAR VIA INSTAGRAM Foto salah satu patung karya Stephane Simon yang ditutupi dengan celana dalam diunggah ke jejaring media sosial Instagram.
Simon mengatakan, berdasarkan penjelasan yang dia dapatkan dari UNESCO, pemasangan pakaian dalam pada patung telanjang itu murni kesalahpahaman yang dilakukan oleh salah satu staf di lembaga itu. 

Selanjutnya, seorang Jurubicara UNESCO sudah menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. 

"Ini terjadi murni karena kesalahpahaman, seluruh pekerjaan dan mandat UNESCO selama ini selalu berlandaskan pada asas kebebasan dalam berkreasi," kata Jurubicara itu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber UPI
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X