Marie Kondo Luncurkan Buku Cerita Anak tentang Merapikan Mainan

Kompas.com - 07/11/2019, 19:36 WIB
Merangkai bunga menjadi salah satu aktivitas harian Marie Kondo. IstimewaMerangkai bunga menjadi salah satu aktivitas harian Marie Kondo.

KOMPAS.com – Anak-anak memang sulit dilepaskan dari mainan. Tak heran jika melihat mainan mereka berserakan di sekitar rumah, kamar, hingga mobil. Baru saja dibereskan, tak lama mainan itu akan berantakan lagi.

Pakar berbenah Marie Kondo ternyata juga pernah mengalami frustasinya ia menjaga rumahnya tetap rapi setelah punya anak.

Ketika sudah punya dua anak, ia mengatakan sudah kehabisan energi untuk melakukan kegiatan berbenah yang menjadi favoritnya.

Dari pengalamannya mengajak buah hatinya untuk menjaga kerapihan mainannya, Kondo menulis buku cerita anak dengan ilustrasi menarik tentang serunya membereskan mainan.

Buku berjudul Kiki and Jax: The Life-Changing Magic of Friendship ini menceritakan Kiki, tupai yang terbiasa berantakan dan sahabatnya, Jax, si burung hantu yang rapi.

“Setelah anak perempuanku lahir aku memang ingin menulis buku cerita anak tentang persahabatan yang juga mengajarkan rasa bahagia membereskan rumah untuk pembaca muda,” kata Kondo.

Baca juga: Bagaimana Cara Memilih Mainan Anak Sesuai Usianya?

Cerita dalam buku dimulai dengan Kiki, yang senang menyimpan barang dari teman-temannya di kamarnya. Lama kelamaan koleksi Kiki semakin banyak dan kamarnya jadi berantakan sampai ia sulit menemukan mainannya.

Sahabatnya, Jax, lalu membantu Kiki membereskan kamar menggunakan metode KonMari, yakni menyimpan hanya barang-barang yang memercikkan kebahagiaan dan berterima kasih pada barang yang tidak dipakai lagi dan disingkirkan.

“Ketika anak belajar merapikan, mereka akan menyadari apa yang penting bagi mereka. Lewat berbenah, karakter Kiki dan Jax juga semakin menghargai persahabatan mereka,” katanya.

Kondo mengakui, terkadang rumahnya pun juga masih berantakan walau sudah dirapikan dengan metode KonMari. Namun, ketika setiap barang memiliki “tempat”, waktu berbenah pun jadi lebih singkat.

Lagi pula, menurutnya terkadang tak ada salahnya jika rumah berantakan.

“Menjadi ibu mengajarkan aku untuk lebih bisa memaafkan diri sendiri. Rasa bahagia yang berasal dari menjadi orangtua melebihi kepuasan yang didapat dari rumah yang selalu rapi,” katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Parents
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X