BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Gojek

Tidak Ada di Tempat Lain, Ini Inovasi Layanan Pesan Makanan Online untuk Terus Manjakan Konsumen

Kompas.com - 12/11/2019, 15:53 WIB
Ilustrasi makan bersama SHUTTERSTOCKIlustrasi makan bersama

KOMPAS.com – Saat itu, waktu sudah menunjukan hampir pukul 12 siang. Ria (29) yang tadinya sibuk, mulai menghentikan pekerjaanya untuk beristirahat.

Alih-alih menuju kantin untuk membeli makanan, Ria malah mengeluarkan smartphone-nya dan sibuk mencari-cari sesuatu. Rupanya, dia tengah memilih santapan dari sebuah aplikasi pesan-antar makanan.

Perempuan yang berprofesi sebagai content marketing di Jakarta ini mengaku, hampir setiap hari dia memesan makanan atau minuman secara online, daripada membelinya langsung.

“Kadang makanan yang mau dibeli itu lokasinya cukup jauh. Agak malas kalau harus jalan sendiri ke sana. Terus bisa sambil melakukan pekerjaan atau aktivitas lain yang susah buat ditinggalin,” ucap Ria kepada Kompas.com, Minggu (10/11/2019).

Ternyata, kegemaran memesan makanan secara online tidak hanya melanda Ria, tapi juga sebagian besar masyarakat Indonesia.

Hal tersebut dibuktikan oleh hasil riset Nielsen Singapura yang dirilis September 2019. Penelitian ini mengungkapkan, 95 persen masyarakat Indonesia lebih suka membeli makanan siap santap. Dari angka tersebut, 58 persennya memesan lewat aplikasi pesan-antar makanan online.

Riset berjudul Understanding Indonesia’s Online Food Delivery Market itu melibatkan 1.000 responden yang tinggal di sejumlah kota besar, yaitu Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Balikpapan, dan Makassar.

Tak hanya jumlah penggunanya yang cukup besar, frekuensi pemesanannya pun cukup sering. Rata-rata pengguna melakukan pemesanan makanan sebanyak 2,6 kali dalam satu minggu.

Hemat waktu dan mudah

Sama seperti Ria orang Indonesia gemar menggunakan aplikasi pesan-antar makanan karena alasan praktis.

Kehadiran aplikasi itu dianggap dapat menghemat waktu dan tenaga karena pengguna tak lagi harus mengantre berlama-lama.

Tak hanya itu, sebanyak 37 persen dari responden pun mengaku tidak perlu keluar rumah dan jauh-jauh mengunjungi restoran untuk membeli makanan.

"Masyarakat mau praktis, mereka sudah disibukkan dengan kegiatan dan aktivitas, belum lagi macet," kata Executive Director of Consumer Insight, Nielsen Singapura Garick Kea, seperti dikutip dari Kompas.com, Kamis (19/9/2019).

Baca juga: Fakta di Balik Gemarnya Orang Indonesia Pesan Makanan via Online

Alasan ketiga adalah aplikasi pesan-antar makanan sering kali memberikan promo-promo atau penawaran menarik bagi pengguna.

Masih menurut penelitian Nielsen, dari sekian banyak layanan pesan-antar online yang ada di Indonesia, GoFood menjadi layanan yang paling diminati para responden.

(kiri-kanan) Head of Marketing CFC - Fiska Rieslianti, SVP Commercial Expansion Gojek - Johan Surani, Co-Founder and COO Fore Coffee - Elisa Suteja, Co-Owner Mangkok Ku - Randy Julius saat menampilkan inovasi menu masing-masing kuliner yang hanya ada di menu GoFood ExclusiveDok. GoJek (kiri-kanan) Head of Marketing CFC - Fiska Rieslianti, SVP Commercial Expansion Gojek - Johan Surani, Co-Founder and COO Fore Coffee - Elisa Suteja, Co-Owner Mangkok Ku - Randy Julius saat menampilkan inovasi menu masing-masing kuliner yang hanya ada di menu GoFood Exclusive

Tercatat, 80 persen responden penelitian memilih platform GoFood karena pilihan menu dan merchant yang beragam.

Sebagai platform pesan-antar makanan pilihan responden itu, GoFood pun selalu berinovasi dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Salah satu caranya dengan program GoFood Exclusive.

Program tersebut menawarkan menu inovasi merchant dengan harga spesial yang hanya dapat dipesan via layanan GoFood.

“Kali ini, GoFood Exclusive menawarkan skala yang lebih besar dengan lebih banyak pilihan kuliner dan harga spesial yang hanya dapat dinikmati melalui GoFood,” ucap Senior Marketing Manager GoFood Marsela Renata.

Sejak diluncurkan pada Juli 2019 hingga kini, terdapat lebih dari 1.000 outlet yang berpartisipasi dengan lebih 300 jenis hidangan.

Misalnya, ada Fore Coffee yang menawarkan menu spesial Kopaja (Kopi Pasti Ada Jalan), yang memadukan kopi lokal dan rasa matcha dengan harga Rp 23.200.

Selanjutnya, merchant Mangkok Ku yang menawarkan menu Brisket Bone Marrow dengan harga spesial Rp 54.000. Ada pula menu Ox-tounge dabu dan Crispy chicken dengan harga tidak lebih dari Rp 50.000.

Meningkatkan transaksi

Menurut Marsela, program tersebut tidak hanya menjadi solusi bagi konsumen, tapi juga menguntungkan bagi merchant yang berpartisipasi.

Pasalnya, lewat program itu mereka bisa meningkatkan pertumbuhan transaksi dan mengenalkan bisnis mereka kepada konsumen yang lebih luas lagi.

“Dengan bergabung di GoFood Exclusive, mitra merchant mendapatkan akses ke lebih banyak jaringan pasar melalui beragam inisiatif marketing khusus GoFood Exclusive, seperti muncul di banner GoFood dan pemberitahuan konsumen melalui newsletter dan inbox push,” jelas Marsela.

Pihaknya, kata Marsela, akan secara aktif memberikan masukan mengenai tren serta jenis menu apa yang bisa dikembangkan untuk mempertahankan loyalitas dan menjaring lebih banyak konsumen.

Alhasil, lebih banyak lagi merchant yang dapat tumbuh dan berkembang bersama Gojek.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya