BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Sun Life

Bukan Rumah Apalagi Mobil, Tapi Ini Aset yang Wajib Anda Lindungi

Kompas.com - 14/11/2019, 16:47 WIB
ilustrasi pengusaha muda Pexelsilustrasi pengusaha muda
|

KOMPAS.com - Dengan yakin Tob menghampiri salah seorang petugas bank. Tanpa basi-basi ia langsung mengutarakan niatnya untuk meminjam uang dari bank tersebut.

"Hai Tob," sapa petugas bank tersebut dengan ramah.

Bukannya membalas sapaan itu, Top malah berkata, "Saya mau mengajukan pinjaman 400 juta Baht.”

Dalam hitungan detik, petugas bank itu langsung menyetujui. Berbagai berkas pun disiapkan. Padahal, sebelumnya ia menolak mentah-mentah pengajuan pinjaman Tob.

Mungkin Anda bertanya, siapa Tob dan untuk apa uang yang jika dirupiahkan bernilai lebih dari 100 miliar rupiah itu ia pinjam?

Namun, bila Anda menonton film berjudul The Billionare, Anda akan tahu jawabannya.

Film Thailand bergenre drama komedi itu mengangkat kisah nyata perjuangan remaja pria bernama Tob Aitthipat Kulapongvanich.

Diketahui, Tob merupakan pendiri sekaligus pemilik brand camilan rumput laut Taokaenoi yang produknya sudah mendunia.

Akan tetapi, sebelum sukses seperti sekarang ini, Tob banyak mengalami kegagalan dan penolakan. Salah satunya saat mengajukan pinjaman ke bank pertama kali untuk modal bisnisnya.

Beruntung hal itu tidak berlangsung lama. Berkat kegigihannya, dalam dua tahun Tob menuai hasil usahanya. Ia pun dapat melepaskan keluarganya dari lilitan utang.

Malah, di saat usianya 26 tahun, Tob sudah memiliki pendapatan sebesar 1.500 juta Bath atau senilai Rp 450 miliar dan memiliki beragam aset, salah satunya perkebunan rumput laut di Korea Selatan.

Dari segala pencapaian tersebut, Tob akhirnya dinobatkan sebagai salah satu miliarder muda di negara asalnya, yaitu Thailand.

Sifat Tob yang penuh ambisi, gigih, dan pantang menyerah pun kerap dimiliki anak muda di dunia nyata dalam mengejar kesuksesan.

Jika sudah mampu secara finansial, sah-sah saja memanfaatkan penghasilan untuk membeli beberapa aset berhargaPexels Jika sudah mampu secara finansial, sah-sah saja memanfaatkan penghasilan untuk membeli beberapa aset berharga

Jika sudah begitu, apalagi mampu secara finansial, tak sedikit dari mereka yang langsung memanfaatkan penghasilannya untuk membeli beberapa aset berharga. Contohnya tanah, rumah, atau mobil.

Kepemilikan aset berupa rumah dan kendaraan kerap menjadi salah satu indikator keberhasilan karier seseorang. Anggapan ini bisa jadi wajar. Pasalnya, untuk mendapatkan benda tersebut orang mesti berjuang keras terlebih dahulu.

Sadar bahwa untuk memperoleh aset tersebut tidaklah mudah, otomatis timbul kesadaran untuk menjaga harta benda tersebut. Umumnya, upaya yang dilakukan adalah dengan menggunakan asuransi.

Menyadur Kompas.com, (17/3/2019), dengan memiliki asuransi mobil, maka risiko perbaikan kerusakan bahkan kehilangan akan menjadi tanggung jawab pihak asuransi.

Artinya, jika kendaraan suatu saat rusak, maka pemilik kendaraan tidak perlu merogoh kocek untuk membayar ongkos perbaikan karena pihak asuransi akan menanggung biayanya.

Manfaat serupa juga terjadi ketika mengasuransikan rumah. Asuransi akan memberikan perlindungan terhadap risiko kerusakan akibat kebakaran, tindak pencurian, atau bencana alam.

Namun, sadarkah Anda bahwa ada aset penting lain yang perlu dijaga laiknya kedua benda tersebut.

Saking pentingnya, jika hal buruk menimpa aset yang satu ini, maka kondisi yang sama juga akan menimpa harta benda lainnya.

Nama aset itu adalah kesehatan

Bukan rahasia lagi bahwa kesehatan amat diperlukan. Tubuh sehat akan memudahkan Anda melakukan berbagai kegiatan tanpa hambatan.

Lagi pula, ungkapan 'sehat itu mahal' semakin menyadarkan bahwa menjaga kesehatan sama pentingnya dengan menjaga aset harta benda.

Penggambarannya cukup sederhana. Ketika sakit, pasti ada biaya yang perlu dikeluarkan. Gunanya apalagi kalau bukan untuk membayar biaya pengobatan.

Jika penyakit yang menyerang hanya demam atau pilek, mungkin itu bukan persoalan besar untuk keuangan Anda. Harta benda pun aman.

Namun, apa jadinya bila sakit yang menyerang bersifat kronis?

Asal tahu saja, tak sedikit orang harus menjual harta bendanya demi menebus tagihan rumah sakit. Itulah mengapa Anda perlu memproteksi kesehatan laiknya melindungi aset-aset harta benda Anda.

Lain cerita ketika Anda memutuskan untuk memberikan proteksi tambahan untuk diri Anda dengan menggunakan asuransi.

Fungsinya sama seperti asuransi pada umumnya, yaitu melindungi keuangan jika sewaktu-waktu hal buruk menimpa Anda.

Artinya, semisal Anda sakit maka Anda tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk perawatan. Dengan begitu, baik finansial maupun harta benda masih bisa terlindungi.

Dari sekian banyak pilihan asuransi, Sun Medical Platinum bisa jadi pilihan Anda.

Asuransi milik Sun Life Financial ini memberikan biaya pertanggungan sampai dengan Rp 7,5 miliar. Jumlah ini sudah termasuk perawatan berbiaya besar seperti, perawatan di Intensive Care Unit (ICU), operasi, cuci darah, dan perawatan kanker.

Untuk usia pertanggungan, Sun Medical Platinum dapat memberikan perlindungan kesehatan secara lengkap hingga Anda berusia 88 tahun.

Selain itu, Sun Medical Platinum juga menjadi polis kesehatan pertama di Indonesia yang menyediakan perawatan untuk efek samping kemoterapi dan terapi pendukung pemulihan, seperti terapi wicara serta terapi okupasi.

Semisal suatu waktu Anda harus berobat hingga ke luar negeri, asuransi tersebut akan menyediakan pilihan rumah sakit.

Pasalnya, Sun Medical Platinum sudah didukung jaringan rumah sakit rekanan di seluruh dunia dan layanan evakuasi medis selama 24 jam penuh.

Dengan segala manfaat tersebut, apakah Anda masih ragu untuk menggunakan asuransi kesehatan?

Ingat, karena sehat itu aset, cek cara menjaganya di sini.

 

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya