Tetap Sehat Memasuki Usia Senja

Kompas.com - 15/11/2019, 14:11 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com – Umur memang tidak dapat diperlambat, demikian juga penurunan fisik. Namun, dengan gaya hidup yang sehat sejak muda, harapan untuk menjalani usia senja dengan sehat bisa menjadi kenyataan.

Fotografer senior Don Hasman merupakan salah satu lansia yang membuktikan usia tua bukan hambatan untuk tetap hidup sehat dan produktif.

Pria kelahiran tahun 1940 ini bercerita pernah berjalan kaki sejauh 1000 km selama 36 hari saat usianya 76 tahun. Ia berjalan dari Saint Jean Pied de Port di Perancis sampai Katedral Santiago de Compotela di Spanyol sebagai perjalanan ziarah.

“Semua orang bisa melakukannya. Yang terpenting adalah persiapan fisik dengan baik,” ujar kakek berusia 79 tahun itu merendah.

Don mengatakan, sejak lama ia memang memperhatikan asupan gizinya secara seimbang. Ia pun juga memiliki gaya hidup aktif, berolahraga, serta istirahat yang cukup.

Baca juga: Penyebab Lansia Gampang Mengantuk dan Sering Tidur

Dari kiri ke kanan: Dr.dr.Purwita Wijaya Laksmi, Sp.PD-KGer, Marketing Manager Nestle Health Science Yulia Megawati, dan fotografer senior Don Hasman.Renna Yavin Dari kiri ke kanan: Dr.dr.Purwita Wijaya Laksmi, Sp.PD-KGer, Marketing Manager Nestle Health Science Yulia Megawati, dan fotografer senior Don Hasman.

Proses menua

Dalam ilmu kedokteran geriatri, proses penuaan dibagi menjadi tiga proses, yaitu menua dengan sukses, dengan kondisi tidak memiliki riwayat penyakit serta mempunyai daya pikir dan mental yang baik.

Don Hasman termasuk dalam kategori lansia yang produktif dan menua dengan sukses.

Kategori kedua adalah menua biasa, yaitu orang yang di masa tuanya memiliki penyakit-penyakit karena faktor usia, misalnya nyeri lutut.

Kategori ketiga adalah pathological aging, yaitu seseorang yang renta dan mudah terkena penyakit kronik akibat gaya hidup tidak sehat dan faktor genetik.

Beberapa penyakit yang banyak diderita lansia di Indonesia antara lain stroke, kanker, penyakit jantung, dan gagal ginjal.

Baca juga: 5 Tips Tetap Sehat untuk Lansia

Menurut Dr.dr.Purwita Wijaya Laksmi, Sp.PD-KGer, penurunan fungsi tubuh dan perubahan metabolisme juga membuat lansia rentan terhadap penyakit. Para lansia juga rentan mengalami kurang gizi.

“Semakin bertambahnya usia, terjadi penurunan fungsi tubuh, termasuk indera pengecap, yang membuat lansia sulit menikmati rasa dalam makanan. Hal ini dapat memicu lansia susah makan dan akhirnya kurang gizi,” kata Purwita dalam acara yang digelar oleh Nestle Boost Optimum di Jakarta beberapa waktu lalu.

Faktor lain yang membuat lansia malas makan adalah sedang menderita penyakit, efek samping obat, hingga depresi karena kesepian.

Peran keluarga sangat penting untuk membantu lansia tetap sehat, baik fisik atau pun mental, termasuk mencegah malnutrisi yang dapat meningkatkan risiko komplikasi penyakit.

Untuk mencukupi kebutuhan gizi lansia, Nestle memperkenalkan Nestle Boost Optimum yang mengandung vitamin, probiotik dan prebiotic, serta protein whey dan kasein untuk mendukung pertumbuhan otot. (Renna Yavin)

Baca juga: 5 Dampak Perubahan Kulit pada Lansia, Lebih Sensitif dan Gampang Memar

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X