Kompas.com - 16/11/2019, 20:28 WIB
Ilustrasi pexelsIlustrasi

KOMPAS.com - Munculnya ponsel dan tablet mengubah arti bermain dengan teman-teman. Para peneliti berharap para orangtua membawa anak-anak kembali ke taman bermain dan tidak sibuk bermain online, karena efek negatifnya pada anak-anak.

Sebuah studi baru, yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Pediatrics, menemukan bahwa ponsel, tablet, dan bahkan televisi dapat menunda perkembangan otak pada bayi, balita, dan anak prasekolah.

Para peneliti menganalisis pemindaian otak anak-anak, usia tiga hingga lima tahun, dan paparan mereka terhadap layar.

Anak-anak yang terpapar TV dan gadget selama lebih dari satu jam sehari tanpa keterlibatan orangtua, terlihat memiliki tingkat perkembangan yang lebih rendah dalam area putih otak mereka.

Baca juga: Risiko Demensia Mengintai Penggemar Nonton TV

Wilayah ini memainkan peran penting dalam keterampilan bahasa, literasi, dan kognitif.

"Ini adalah studi pertama yang mendokumentasikan hubungan antara penggunaan layar dan ukuran struktur dan keterampilan otak yang lebih rendah pada anak-anak usia prasekolah," kata John Hutton, penulis utama penelitian dan seorang dokter anak dan peneliti klinis di Rumah Sakit Anak Cincinnati.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini penting karena otak berkembang paling cepat dalam lima tahun pertama."

Dia mencatat bahwa otak masih sangat plastis – perubahan yang tak dapat kembali ke bentuk semula, pada masa kanak-kanak. Ini berarti setiap perubahan atau keterlambatan perkembangan mereka dapat menyebabkan masalah yang bisa bertahan seumur hidup.

Untuk penelitian tersebut, Hutton dan koleganya menganalisis 47 otak anak-anak sehat menggunakan MRI tipe khusus yang disebut diffusion tensor imaging. Alat ini memungkinkan para peneliti untuk melihat secara dekat area putih otak peserta.

Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat Kenalkan Anak pada Gadget?

Anak-anak juga menerima tes kognitif dan orangtua mereka menjawab sistem penilaian pada saat screen time yang disediakan oleh American Academy of Pediatrics.

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa waktu menonton gadget lebih dari satu jam sehari menyebabkan area putih yang tidak teratur dan kurang berkembang di otak anak-anak.

Hutton mengatakan, mayoritas peserta menghabiskan dua hingga lima jam sehari menggunakan gadget.

"Sekitar 90 persen mulai menggunakan gadget pada usia satu," tambahnya.

"Bahkan, kami telah melakukan beberapa penelitian di mana ada anak-anak yang menggunakan gadget pada usia 2 bulan hingga 3 bulan."

Para peneliti mengatakan, orangtua dan portabilitas layar saat ini berkontribusi pada screen time anak-anak.

Anak-anak yang menghabiskan lima jam waktu layar memiliki orangtua yang menggunakan ponsel atau tablet selama 10 jam, atau memungkinkan anak-anak mereka untuk menggunakan perangkat di tempat tidur, selama makan, di mobil atau bahkan taman bermain.

Baca juga: Gadget Bisa Picu Kerusakan Saraf, Apa Gejalanya?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.