Dokter Tegaskan Kacamata Terapi Ion Tak Bisa Atasi Gangguan Mata

Kompas.com - 19/11/2019, 07:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com – Dalam hal kesehatan, banyak masyarakat yang ingin mengambil cara-cara instan namun belum teruji kebenarannya. Salah satunya adalah penggunaan kacamata terapi yang diklaim mampu mengatasi sejumlah gangguan penglihatan.

Kacamata terapi yang sedang populer adalah yang mengklaim mampu memancarkan energi ion dan sinar infra merah untuk menyehatkan mata.

Kacamata ini diklaim dapat menyembuhkan penyakit seperti katarak, kelainan refraksi (mata minus atau plus), silinder, mata kering, buta warna, hingga katarak.

Namun, fenomena sehat secara instan ini belum terbukti benar keberadaanya dalam ilmu medis. 

Dokter spesialis mata, dr. Gitalisa Andayani, Sp.M(K) mengatakan, masyarakat harus lebih teliti dalam membeli produk kesehatan dengan klaim berlebihan.

“Tidak ada laporan ilmiah yang kuat mengenai kacamata ion ini. Penyakit mata seperti katarak itu terjadi pada anatomi mata sedangkan untuk buta warna adalah penyakit bawaan lahir sehingga penggunaan kacamata ion ini tidak memberikan kesembuhan,” ujar Gita dalam acara temu media yang digelar oleh Optik Tunggal di Jakarta (18/11).

Ia memaparkan, penyakit katarak adalah kondisi ketika lensa mata menjadi keruh. Walaupun dibantu dengan gelombang elektromagnetik, lensa mata yang sudah keruh tersebut tidak bisa menjadi bening atau normal kembali.

Baca juga: Benarkah Makan Wortel Bisa Sembuhkan Mata Minus?

Gita menyarankan kepada masyarakat untuk datang ke dokter spesialis mata jika sudah menemukan keluhan penyakit pada mata.

"Yang ditakutkan, pasien itu sebenarnya membutuhkan obat khusus, tapi karena terlambat berobat penyakitnya bertambah parah dan bisa menyebabkan kebutaan," ujar dokter dari Jakarta Eye Center Menteng Jakarta Pusat ini.

Kiri: dr. Gitalisa Andayani, Sp.M (K) dan Direktur Optik Tunggal Alexander F. Kurniawan (kanan) dalam acara temu media di Jakarta (18/11/19).Renna Yavin Kiri: dr. Gitalisa Andayani, Sp.M (K) dan Direktur Optik Tunggal Alexander F. Kurniawan (kanan) dalam acara temu media di Jakarta (18/11/19).

Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) juga sudah mengeluarkan surat imbauan kepada masyarakat untuk lebih teliti kembali dalam memilih alat bantu penglihatan dan tetap memeriksakan kesehatan mata sesuai standar medis yang ada.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X