Mengapa Pangeran Charles Tak Nikahi Camilla Sejak Awal?

Kompas.com - 19/11/2019, 11:55 WIB
Pangeran Charles dan  Camilla Parker Bowles. SHUTTERSTOCKPangeran Charles dan Camilla Parker Bowles.

KOMPAS.com - Pangeran Charles berusia 21 tahun ketika untuk pertama kali bertemu dengan Camilla Shand -yang kini menjadi istrinya.

Saat itu, di sela pertandingan polo di awal tahun 1970, dia melihat Camilla dan langsung jatuh hati.

Menurut jurnalis Jonathan Dimbleby, Pangeran Charles langsung merasa kepincut dengan penampilan Camilla.

Lantas, mengapa mereka tidak menikah sejak kesempatan pertama?

Ya, Charles dan Camilla bertemu untuk pertama kalinya pada pertandingan polo di Windsor Great Park.

Selama pertemuan pertama itu, Camilla rupanya bercanda tentang fakta bahwa nenek buyutnya telah berselingkuh dengan Raja Edward VII.

Baca juga: Cerita Asmara Terlarang Pangeran Charles dan Camilla Parker...

Dia mengatakan, “nenek buyut saya adalah simpanan kakek buyut buyut kamu. Saya merasa kamu memiliki sesuatu yang sama."

Pada saat itu, Camilla sudah berada di tengah hubungan yang telah terjalin bertahun-tahun dengan Andrew Parker Bowles --pria yang kemudian menjadi suami pertamanya.

"Pangeran Charles muncul di tengah hubungan itu," kata Patrick Beresford kepada penulis biografi Pangeran Charles, Sally Bedell Smith.

Parker Bowles kebetulan dalam penempatan enam bulan ke Irlandia Utara dan Siprus, pada waktu itu.

Sementara, Pangeran Wales "mendarat" pada waktu yang tepat. Begitu tulis Bedell Smith.

Hubungan antara Charles dan Camilla sebenarnya berkembang dan menjadi saling mengenal. Tetapi Charles masih muda, dan dia tidak siap untuk sesuatu yang lebih serius.

Lagi pula, dalam waktu dekat saat itu, dia harus menjalani penugasan bersama Angkatan Laut Kerajaan selama delapan bulan.

Bahkan, jikapun Charles ingin menetap, dia bakal menghadapi keraguan dari banyak orang. Apakah Camilla adalah pengantin yang pantas untuk pewaris takhta.

Baca juga: Ketika Putri Diana Rahasiakan Jenis Kelamin Bayinya dari Charles...

Seperti yang dikatakan kerabat Charles, Patricia Mountbatten kepada Bedell Smith, ada "masalah yang kental" dari ide Camilla menikahi Raja masa depan.

Meskipun sekarang cerita ini terdengar sudah kuno, namun fakta bahwa Camilla memiliki riwayat kencan dengan Charles adalah serangan besar terhadap dirinya.

"Konvensi pada masa itu menyerukan pewaris takhta Inggris untuk menikahi seorang wanita yang setidaknya tampak perawan," tulis Bedell Smith.

"Kamu tentu tidak ingin ada cerita masa lalu yang masih menghantui," kata Mountbatten.

Sementara, Camilla dan Andrew Parker Bowles terus melanjutkan hubungan. Akhirnya, pada 1973, ada tekanan yang meningkat pada Parker Bowles untuk meresmikan hubungan tersebut.

Pasangan itu lalu bertunangan. Ayah Camilla, Bruce Shand, dan ayah Parker Bowles, Derek Parker Bowles, menerbitkan pemberitahuan pertunangan di The Times.

Menurut sepupu Andrew, John Bowes Lyon, keluarga-keluarga itu berkonspirasi untuk memaksa calon mempelai pria.

"Camilla sangat mencintai dia," kata Bowes Lyon kepada Sally Bedell Smith. "Orangtuanya pun sangat ingin Andrew menikahinya."

Baca juga: Mengapa Pangeran Charles Selalu Pakai Cincin di Jari Kelingking?

Mereka lalu menikah dalam upacara Katolik di kapel the Guards di London, dan pernikahan itu benar-benar menjadi acara masyarakat.  Ratu Elizabeth, Putri Anne, dan Putri Margaret hadir dalam pernikahan itu.

Sementara Pangeran Charles hancur dan patah hati.

"Saya kira perasaan hampa ini pada akhirnya akan berlalu," tulis Charles kepada mentornya, Lord Mountbatten.

Pernikahan Camilla dan Andrew dikaruniai dua anak, Laura dan Tom Parker Bowles.

Namun pada Januari 1995 mereka bercerai. Dalam pernyataan publik, mereka mengatakan akhir pernikahan itu terjadi karena adanya "masalah pribadi."

"Sepanjang pernikahan kami, kami cenderung memiliki minat yang agak berbeda, dan dalam beberapa tahun terakhir kami telah menjalani kehidupan yang benar-benar terpisah."

Pangeran Charles dan Putri Diana menikah pada bulan Juli 1981. 

Ketika berusia 32 tahun, Pangeran Charles menikahi Diana Spence, dan mereka kemudian memiliki dua anak, Pangeran William dan Harry.

Di belakang pernikahan itu, Charles dan Camilla mulai berselingkuh pada tahun 1986.

Baca juga: Tanpa Cinta, Mengapa Pangeran Charles dan Putri Diana Tetap Menikah?

Hubungan mereka pun menjadi konsumsi publik. Sebuah skandal kerajaan yang menjadi berita utama di seluruh dunia. Hal itu berujung pada perceraian Charles dan Diana pada 1996.

Perubahan dalam aturan Gereja Inggris tentang pernikahan kembali setelah perceraian, yang mulai berlaku pada tahun 2002, memungkinkan Charles menikahi Camilla.

Dalam upaya untuk menghindari kontroversi mengingat sejarah hubungan mereka, pasangan itu memilih untuk tidak menggelar pernikahan kerajaan.

Mereka menikah dalam upacara sipil di Guildhall di Windsor, dan kemudian pernikahan mereka diberkati di kapel St. George.

Ratu Elizabeth pun menyetujui pernikahan itu, meski dia tidak hadir di upacara pernikahan putranya. Tetapi dia menghadiri sesi pemberkatan dan resepsi gereja.

"Tempat itu tidak pernah menjadi masalah bagi Ratu," kata seorang pembantu senior kerajaan kepada the Telegraph pada saat itu.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X