Terapi Seni Tingkatkan Perkembangan Anak Autisme

Kompas.com - 21/11/2019, 11:24 WIB
Konferensi pers penggalangan dana untuk Sekolah Drisana yang dilakukan oleh Sorak Gemilang Entertaiment Live di Jakarta (20/11). Devi RahmadhaniKonferensi pers penggalangan dana untuk Sekolah Drisana yang dilakukan oleh Sorak Gemilang Entertaiment Live di Jakarta (20/11).

KOMPAS.com – Gangguan perkembangan yang dialami anak autisme membutuhkan intervensi sejak dini agar mereka bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Salah satu terapi yang memiliki banyak manfaat untuk perkembangan anak autisme adalah terapi seni.

Dijelaskan oleh Ortopedagog Nuryanti Yamin, ada banyak manfaat kegiatan seni untuk autisme, antara lain membantu masalah pemrosesan sensorik, seperti perabaan dan penglihatan.

Manfaat lainnya adalah meningkatkan keterampilan motorik halus, dan mengatur sosial emosional anak.

“Faktor sosial emosional misalnya regulasi diri, memahami kapan dia harus bertindak atau tidak, dan kapan waktunya menuangkan ide,” kata Nuryanti yang juga co-founder sekolah khusus anak autisme Drisana Center ini dalam acara yang digelar oleh Sorak Gemilang Entertaiment di Jakarta (20/11).

Terapi seni juga meningkatkan kemampuan untuk mengenali dan merespon ekspresi wajah. Anak juga belajar mengekspresikan bahasa dan rasa melalui gambar yang dibuatnya.

Manfaat terapi ini juga dirasakan oleh aktris Dian Sastrowardoyo yang putra pertamanya memiliki sindrom autisme.

“Anak saya lebih visual, jadi lebih responsive ketika melihat gambar dan video. Seni menjadi salah satu pilihan saya untuk berkomunikasi dengan dia,” kata Dian dalam acara yang sama.

Meski demikian, Nuryati mengatakan terapi yang diberikan untuk anak autisme harus disesuaikan dengan tugas perkembangannya.

“Jadi, dahulukan terapi untuk isu-isu utamanya, seperti Bahasa dan motori,” ujarnya.

Terapi seni harus dilakukan secara rutin, setidaknya tiga sampai enam bulan untuk melihat perubahannya pada anak.

“Perkembangan anak setelah mengikuti terapi tergantung kemampuan anak. Ada yang autistik berat dan yang ringan. Kalau yang ringan anak bisa sampai berkuliah,” kata Nuryati.

SGE Live dan Dian Sastrowardhoyo berkolaborasi menjual tanda mata khusus yang dananya untuk Sekolah Drisana bagi anak-anak autisme.Dok SGE Live SGE Live dan Dian Sastrowardhoyo berkolaborasi menjual tanda mata khusus yang dananya untuk Sekolah Drisana bagi anak-anak autisme.

Donasi

Sorak Gemilang Entertaiment (SGE) live menggandeng Dian Sastrowardoyo melakukan penggalangan dana untuk didonasikan kepada Sekolah Drisana yang sebagian besar muridnya berasal dari keluarga tidak mampu.

Penggalangan dana dilakukan melalui penjualan tanda mata khusus karya Dian dan dua anak autisme yang memiliki bakat seni tinggi, Prinka Dipa serta Nindhita.

“Penjualan tanda mata ini 100 persen untuk sekolah Drisana,” kata Chief Executive SGE Live, Mervi Sumali.

Pembelian tanda mata khusus ini bisa dilakukan teamLab Future Park yang berada di mal Gandaria City Jakarta.

(Devi Rahmadhani)

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X