Kompas.com - 26/11/2019, 10:26 WIB

KOMPAS.com - Sudah sejak lama minyak kelapa dikenal dengan segudang manfaat kesehatan, mulai dari manfaat untuk menjaga kulit tetap kenyal dan sehat, hingga menurunkan gula darah.

Nah, penurunan berat badan juga termasuk di antara daftar manfaat yang terkait dengan minyak kelapa.

Karena keyakinan itu pula, banyak orang yang mau mengurangi berat badan, lalu menambahkan minyak tropis ini ke dalam makanan dan minuman, termasuk kopi dan smoothie.

Namun, seperti kebanyakan bahan lain yang dipropagandakan untuk menurunkan berat badan, minyak kelapa mungkin bukan solusi penurunan berat badan yang mudah.

Baca juga: Mengapa Berat Badan Mudah Naik, tetapi Sulit Turun?

Lalu, mengapa minyak kelapa direlasikan dengan manfaat menurunkan berat badan?

Meskipun tidak ada keraguan bahwa minyak kelapa adalah lemak sehat, tapi tidak jelas apakah produk populer ini sama efektifnya untuk menurunkan berat badan.

Keyakinan bahwa minyak ini bisa membantu menurunkan berat badan terutama didasarkan pada klaim bahwa minyak ini dapat mengurangi rasa lapar.

Lalu, ada juga fakta produk kelapa mengandung lemak spesifik yang disebut medium-chain triglycerides (MCT).

MCT dimetabolisme secara berbeda dari long-chain triglycerides (LCT) yang ditemukan dalam makanan seperti minyak zaitun dan mentega kacang.

MCT termasuk asam kaprat, kaprilat, kaproat, dan laurat -meskipun ada beberapa kontroversi mengenai termasuk asam laurat dalam kategori ini.

Tidak seperti LCT, 95 persen MCT cepat dan langsung diserap ke dalam aliran darah - khususnya vena portal hati -dan digunakan langsung untuk "bahan bakar".

MCT juga lebih kecil kemungkinannya disimpan sebagai lemak daripada LCT.

Baca juga: Rambut Sehat dan Mengkilat dengan Minyak Kelapa

Meskipun MCT secara alami mengandung sekitar 50 persen lemak dalam minyak kelapa, bahan ini juga dapat diisolasi dan dibuat menjadi produk yang berdiri sendiri.

Artinya, minyak kelapa dan minyak MCT bukanlah dua bahan yang sama.

Minyak kelapa terdiri dari 47,5 persen asam laurat dan kurang dari delapan persen asam kaprat, kaprilat, dan asam kaproat.

Sementara, sebagian besar pakar mengklasifikasikan asam laurat sebagai MCT, dan berperilaku seperti LCT dalam hal penyerapan dan metabolisme.

Secara khusus, hanya 25-30 persen asam laurat yang diserap melalui portal vena, dibandingkan dengan 95 persen MCT lainnya.

Dengan demikian, bahan ini tidak memiliki efek yang sama pada kesehatan. Inilah sebabnya mengapa klasifikasinya sebagai MCT kontroversial.

Juga, di saat beberapa penelitian mengungkap minyak MCT bermanfaat meningkatkan rasa kenyang dan peningkatan berat badan, lalu digunakan minyak yang tinggi asam kaprat dan kaprilat dan asam laurat rendah, yang -sebenarnya, tidak seperti komposisi minyak kelapa.

Untuk alasan ini, para ahli berpendapat, minyak kelapa tidak boleh dipromosikan memiliki efek yang sama dengan minyak MCT.

Lalu, hasil dari studi MCT terkait dengan penurunan berat badan tidak dapat diekstrapolasi menjadi minyak kelapa.

Baca juga: 3 Pilihan Cara Membuat Minyak Kelapa Sendiri

Rasa kenyang

Minyak kelapa memang dapat meningkatkan perasaan kenyang, yang berujung pengaturan nafsu makan.

Penelitian menunjukkan, menambahkan makanan kaya lemak seperti minyak kelapa ke dalam makanan dapat meningkatkan volume lambung.

Kondisi itulah yang memicu sensasi kenyang yang lebih besar daripada makanan rendah lemak.

Beberapa penelitian juga menunjukkan, makan makanan yang kaya lemak jenuh dapat menyebabkan rasa kenyang lebih besar daripada mengonsumsi makanan kaya lemak tak jenuh tunggal.

Namun, penelitian lain menyimpulkan, perasaan kenyang tidak dipengaruhi oleh tingkat kejenuhan asam lemak.

Baca juga: Ada Tren Minum Kopi dengan Mentega dan Minyak Kelapa, Tertarik?

Oleh karena itu, tidak jelas apakah memilih minyak kelapa daripada jenis lemak lainnya lebih bermanfaat untuk mendorong perasaan kenyang.

Akhirnya, perusahaan makanan dan media secara rutin menggunakan studi minyak MCT untuk mendukung klaim mengenai kualitas minyak kelapa.

Namun, sebagaimana disebutkan di atas, kedua produk ini tidaklah sama.

Jadi, minyak kelapa memang dapat meningkatkan perasaan kenyang, dan mengandung lemak yang dikenal sebagai MCT, serta terkait dengan manfaat kesehatan.

Namun, minyak kelapa tidak boleh disamakan dengan minyak MCT, karena minyak ini berbeda dan tidak memberikan manfaat yang sama.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.