Kompas.com - 26/11/2019, 11:20 WIB
Ilustrasi mengukur tekanan darah shutterstockIlustrasi mengukur tekanan darah
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Komplikasi adalah bayang-bayang yang selalu menghantui penderita tekanan darah tinggi. Jika penanganan hipertensi tidak tepat, bukan tidak mungkin terjadi masalah di organ tubuh lainnya.

Bila tekanan darah sulit dikendalikan, setidaknya kendalikan gaya hidup yang sehat untuk menangani hipertensi.

Setiap orang memiliki faktor risiko yang berbeda terkait kemungkinan mengalami tekanan darah tinggi, mulai dari usia, riwayat medis, atau faktor genetik.

Ada beberapa faktor risiko yang tidak mudah dikendalikan, seperti penuaan atau genetik. Itu sebabnya, penanganan hipertensi harus fokus pada kedisiplinan menjalani gaya hidup yang lebih sehat.

Baca juga: Apakah Tekanan Darah Tinggi dapat Disembuhkan?

Komplikasi akibat hipertensi

Tekanan darah tinggi bisa memicu berbagai masalah pada jantung, otak, ginjal, juga pembuluh darah. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi di antaranya:

  • Penyempitan pembuluh darah
  • Melemah dan membengkaknya pembuluh darah (aneurysm)
  • Serangan jantung
  • Pembengkakan jantung
  • Gagal jantung
  • Transient ischemic attack
  • Stroke
  • Demensia
  • Gangguan kognitif
  • Gagal ginjal

Tak hanya beberapa risiko komplikasi di atas, hipertensi bahkan bisa menyebabkan masalah pada retina seperti retinopathy, penumpukan cairan di bawah retina, hingga kerusakan saraf mata.

Penderita hipertensi kronis juga bisa mengalami gangguan fungsi seksual seperti disfungsi ereksi hingga gairah seksual menurun drastis.

Penanganan hipertensi

Untuk menangani hipertensi agar tidak menjadi komplikasi, berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan:

1. Menjaga berat badan ideal

Ketika berurusan dengan penanganan hipertensi, berat badan adalah hal yang krusial. Orang yang menderita obesitas harus mengurangi berat badan mereka.

Sementara orang dengan berat badan ideal, sebisa mungkin hindari penambahan berat badan. Bahkan mengurangi berat badan sebanyak 4-5 kg bisa mencegah kenaikan tekanan darah.

Untuk mengetahui berat badan ideal, cari tahu indeks massa tubuh yang tepat atau konsultasikan pada dokter.

Baca juga: Begini Cara Menghitung Berat Badan Ideal Anda

2. Konsumsi makanan bernutrisi

Penting juga untuk menyaring apa saja makanan yang masuk ke tubuh. Jangan mengonsumsi makanan yang lezat saja namun tidak bersahabat bagi tubuh.

Akan jauh lebih baik mengonsumsi makanan bernutrisi untuk menjaga tekanan darah tetap normal. Kita bisa mengonsumsi buah dan sayuran terutama yang tinggi kandungan potasium. Hindari juga konsumsi kalori, lemak, dan gula berlebih.

Baca juga: Tekanan Darah Tinggi? Cobalah Santap Makanan Ini...

3. Kurangi garam

Makanan gurih dan lezat memang menggiurkan. Namun sebaiknya hindari makanan dengan kadar garam tinggi agar tekanan darah tinggi bisa kembali normal.

Penanganan hipertensi dengan mengonsumsi menu yang rendah sodium adalah langkah yang tepat. Sebisa mungkin hindari makanan yang diproses berlebih dan tidak perlu menambahkan ekstra garam di makanan.

Baca juga: Ubah Gaya Hidup untuk Kontrol Tekanan Darah

4. Berolahraga teratur

Pilih jenis olahraga yang kamu sukai juga menjadi cara penanganan hipertensi. Cari olahraga yang sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Olahraga bisa membantu menjaga tekanan darah tetap normal. Bagi yang baru memulai, cobalah berolahraga 30 menit setidaknya 2-3 kali per minggu.

Baca juga: Olahraga Rutin Bisa Turunkan Tekanan Darah?

5. Pantau tekanan darah

Bagi penderita hipertensi, sebaiknya selalu menyediakan alat pengukur tekanan darah untuk memantau kondisi tekanan darah. Biasanya, tekanan darah tinggi terjadi tanpa ada gejala sebelumnya.

Baca juga: Mengapa Kita Sebaiknya Rutin Memeriksa Tekanan Darah di Rumah?

6. Kurangi konsumsi alkohol

Mengonsumsi terlalu banyak alkohol juga bisa menyebabkan tekanan darah tinggi naik. Mengurangi atau bahkan berhenti konsumsi alkohol adalah pilihan yang bijak.

Jika kamu mendeteksi tekanan darah tinggi yang tidak kunjung turun, ada baiknya berkaca kembali apa yang salah dari gaya hidup selama ini. Apakah faktor makanan yang dikonsumsi? Atau kurang beraktivitas dan berolahraga?

Mencatat apa saja pemicu hipertensi seperti jenis makanan tertentu juga bisa membantu mencari tahu pemicu meningkatnya tekanan darah. Jangan abaikan tekanan darah dan jadikan gaya hidup sehat sebagai kebiasaan.

Wajar jika awalnya menjalani gaya hidup sehat terasa berat terutama jika belum terbiasa. Namun seiring dengan waktu, tubuh – termasuk tekanan darah – akan mendapatkan manfaatnya yang jauh lebih bermanfaat untuk jangka panjang.

Baca juga: 7 Kebiasaan Sehat untuk Turunkan Tekanan Darah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.