Kompas.com - 28/11/2019, 23:00 WIB
Ilustrasi menyetir mobil. Foto: mystratfordnow.comIlustrasi menyetir mobil.

KOMPAS.com - Lalu lintas yang padat memang sangat menjengkelkan. Seakan menantang kesabaran, terutama ketika kita sedang dalam kondisi terburu-buru untuk bertemu seseorang atau harus menghadiri acara khusus.

Agar tetap tenang di jalan, banyak orang memilih mendengarkan musik. Bernyanyi bersama akan mengalihkan perhatian dan membantu kita lebih menikmati momen.

Rupanya musik memang memiliki manfaat yang mengejutkan. Para peneliti menemukan, bahwa musik bisa membantu menyelamatkan hidupmu di tengah kemacetan lalu lintas.

Tetapi bukan dengan cara membuat kamu tetap berada di mobil, saat harus menghindari pertengkaran dengan pengemudi lain yang ‘berkepala panas’.

Sebuah studi baru, yang diterbitkan dalam jurnal Complementary Therapies in Medicine, menunjukkan, mendengarkan musik dapat membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Ini karena musik bekerja dengan menurunkan stres yang dipicu selama mengemudi.

Baca juga: 8 Tanda Awal Serangan Jantung yang Penting Diketahui

Tingkat stres yang tinggi di jalan telah dikaitkan dengan komplikasi jantung mendadak, seperti serangan jantung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Studi ini melibatkan lima wanita, berusia 18 hingga 23 tahun, yang dianggap sebagai pengemudi yang tidak terbiasa.

"Kami memilih untuk menilai wanita yang bukan pengemudi sehari-hari, karena orang yang sering mengemudi dan telah memiliki lisensi untuk waktu yang lama lebih mampu beradaptasi dengan situasi lalu lintas yang penuh tekanan," kata Vitor Engrácia Valenti, ketua peneliti dan profesor di São Paulo State University ( UNESP), di Brazil.

Para peneliti menganalisis efek musik pada stres jantung terkait lalu lintas dengan menempatkan peserta dalam situasi mengemudi yang berbeda.

Baca juga: Cara Menghadapi Trauma Pasca-kecelakaan Lalu Lintas

Para wanita pertama kali mengemudi selama 20 menit pada jam sibuk di kota yang sibuk, tanpa mendengarkan musik.

Sehari setelah tes pertama, para peserta kembali ke jalan dan mengendarai rute yang sama pada waktu yang sama, tetapi dengan mendengarkan musik instrumental.

Para peneliti mencoba menaikkan tingkat stres pengemudi, dengan memberi mereka mobil yang bukan milik mereka.

Semua peserta menempatkan monitor detak jantung di dada mereka untuk memantau detak jantung mereka saat mengemudi.

Para peneliti menemukan, bahwa musik membantu mengurangi tingkat stres dengan meningkatkan aktivitas sistem saraf parasimpatis dan menurunkan aktivitas dalam sistem saraf simpatis.

"Kami menemukan bahwa tekanan jantung pada peserta dalam percobaan kami berkurang dengan mendengarkan musik saat mereka mengemudi," tambah Valenti.

"Mendengarkan musik bisa menjadi langkah preventif yang mendukung kesehatan kardiovaskular dalam situasi stres berat, seperti mengemudi selama jam sibuk."

Baca juga: Manfaat Liburan, Salah Satunya Kurangi Risiko Serangan Jantung

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.