Tulus Ubah Kebiasaan demi Ikut Lestarikan Lingkungan

Kompas.com - 29/11/2019, 09:41 WIB
Penyanyi Tulus ketika menghadiri pembukaan pameran Laut Kita Masa Depan Kita di Senayan City, Jakarta Selatan, Kamis (28/11/2019). KOMPAS.com/Nabilla TashandraPenyanyi Tulus ketika menghadiri pembukaan pameran Laut Kita Masa Depan Kita di Senayan City, Jakarta Selatan, Kamis (28/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Demi ikut melestarikan lingkungan, Penyanyi Tulus ikut mengubah kebiasaan sehari-harinya dalam beberapa waktu terakhir.

Ia memulainya dari hal sederhana seperti menghentikan penggunaan kantong plastik dan menggantinya dengan kantong yang dibawa sendiri dari rumah.

"Jadi kalau ke supermarket masukin barang-barang belanjanya ke situ. Hal-hal kecil seperti itu sih," kata Tulus ketika menghadiri pembukaan pameran Laut Kita Masa Depan Kita di Senayan City, Jakarta Selatan, Kamis (28/11/2019).

Pelantun Sewindu itu juga berusaha menghadirkan lebih banyak ruang hijau di rumahnya. Apalagi, menurut dia, kediaman yang ditempatinya saat ini sebelumnya belum mengikuti aturan batas minimal luasan ruang terbuka hijau.

Tulus bahkan sampai merenovasi rumahnya demi menghadirkan ruang terbuka hijau yang lebih banyak di rumah.

"Beberapa bulan lalu saya renovasi rumah, saya rubuhkan sebagian sehingga ruang terbuka hijaunya sudah mendekati standar yang seharusnya," kata penyanyi berdarah Minangkabau itu.

Bagi Tulus, fakta-fakta lingkungan yang ada menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan di bumi saat ini sudah sangat parah.

Itulah mengapa ia mulai melibatkan diri di sejumlah gerakan peduli lingkungan dan satwa.

Baca juga: Tulus Buka Penghargaan AMI Awards 2019 Jadi Penyanyi Solo Pria atau Wanita Urban Terbaik

Seperti menggagas kampanye Teman Gajah sebagai bentuk kepeduliannya terhadap spesies gajah dan berpartisipasi dalam kampanye peduli lingkungan bersama Sejauh Mata Memandang.

Di samping itu, hal yang bisa dilakukan adalah memberi contoh dan mengedukasi orang sekitar mengenai perilaku peduli lingkungan.

Sebab, kata Tulus, pengrusakan lingkungan tak melulu dilakukan karena orang tidak peduli melainkan masih banyak yang belum tahu.

"Bumi sudah ada jauh sebelum kita ada dan akan tetap ada setelah kita enggak ada. Kita menumpang bertamu dan tinggal. Jadi kalau bisa kita merenung, bagaimana menjadi tamu bumi yang lebih baik," ucapnya.

Baca juga: Cara Andien Tumbuhkan Rasa Peduli Lingkungan pada Anak

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X