Kompas.com - 29/11/2019, 12:45 WIB
. SHUTTERSTOCK.

KOMPAS.com - Perempuan seringkali merasakan kram yang menyakitkan dan mengganggu ketika menstruasi tiba.

Kondisi itu disebabkan kontraksi otot. Kram pada perut bagian bawah tersebut bisa diringankan melalui sejumlah cara, seperti menyantap dark cokelat, menggunakan kompres air hangat, dan sebagainya.

Salah satu derita susulan setelah kram adalah sakit kepala yang akan meningkat karena faktor hormonal.

Mungkin kamu berpikir kopi bisa membantu meringankan rasa sakit di kepala. Namun ternyata anggapan tersebut sangatlah salah.

Baca juga: Melihat Perubahan Fase Menstruasi Seiring Bertambahnya Usia

Minum kopi memang bisa membantu mengatasi masalah sakit kepala, namun kandungan kafein dalam kopi justru bisa membuat kram bertambah parah.

Hindari kopi saat menstruasi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para pakar kesehatan menyarankan mereka yang sedang mengalami menstruasi untuk menghindari kopi.

Sebab, kandungan kafein dalam kopi bisa memperparah atau bahkan menyebabkan kram.

Selain itu, karena sifat diuretiknya, kopi juga bisa meningkatkan produksi urin dan menyebabkan dehidrasi.

Secangkir kopi yang masuk ke dalam sistem tubuh akan menghalangi neurotransmitter gamma-aminobutyric acid (GABA) yang meregulasi rasa cemas.

Pada saat GABA terhalang dan tingkat kecemasan tinggi (dipicu konsumsi kopi), tubuh secara alami akan lebih rentan mengalami kram yang lebih parah.

Mengganggu hormon

Minum kopi terutama pada siklus mentstruasi bisa menstimulasi berlebih hormon-hormon dalam tubuh dan menyebabkan disfungsi.

Meski bisa membantu mengatasi kelelahan, kopi juga dapat mengaktivasi hormon stres dan meningkatkan tingkat kortisol.

Baca juga: Cermati Ciri-ciri Menstruasi yang Tak Normal

Dengan meningkatkan kortisol, kopi juga menekan fungsi tiroid yang bisa menyebabkan penurunan regulasi hormon tiroid.

Kandungan kafein dalam segelas kopi bisa membatasi pembuluh darah, sehingga menyebabkan kecemasan dan meningkatkan kortisol.

Kondisi ini lebih jauh bisa memperparah gejala menstruasi.

Jumlah aman minum kopi

Sebanyak 1-2 cangkir kopi sehari menurut sejumlah studi masih dianggap aman.

Namun, jika lebih dari itu kopi bisa menyumbang dampak negatif terhadap tubuh seseorang, terutama di masa menstruasi.

Minum kopi setiap 2-3 jam atau lebih dari empat cangkir per hari perlu diwaspadai karena kafein bekerja sebagai obat pencahar dengan meningkatkan kontraksi pada otot usus kecil dan besar.

Kondisi ini menyebabkan makanan yang dicerna pindah ke usus, memicu kram perut, dan dalam kasus menstruasi, bisa memperburuk kram.

Baca juga: Tips Menghitung Masa Subur Berdasarkan Siklus Menstruasi

Jika kamu kesulitan menghindari kafein ketika menstruasi, ada beberapa alternatif kafein yang bisa kamu coba.

Cobalah menggantinya dalam seminggu, mulai dari dosis kafein harian menjadi alternatif berikut:

- Mulai hari dengan konsumsi apel.

- Minum segelas air dingin di pagi hari.

- Konsumsi cemilan sehat untuk meningkatkan energi.

- Konsumsi tablet vitamin B.

- Mengonsumsi smoothies untuk penyeimbang hormon.

- Beberapa cara lain untuk mengatasi kram adalah minum banyak air, smoothie hijau, teh jahe, teh kamomil, dan teh peppermint.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Boldsky
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.